Meningkatkan Kapasitas SDM untuk Memperkuat Eliminasi Tb

Minggu, 01 Nov 2026, 23:57 WIB

Gorontalo - Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), memperkuat eliminasi tuberkulosis (Tb), melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (​​​​SDM) pengelola program.

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa di Gorontalo, Minggu mengatakan keberhasilan eliminasi Tb tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan, sarana diagnostik dan obat-obatan, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas dan kompetensi tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan.

Ket. Foto: Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo menggelar pertemuan koordinasi Perencanaan Peningkatan Kapasitas SDM Program TB. — Sumber: Antara

Karena itu, keberhasilan eliminasi Tb memerlukan dukungan SDM kesehatan yang berkualitas dan kompeten.

Peningkatan kapasitas tenaga medis dan pengelola program Tb pun, kata dia, harus direncanakan secara terarah dan berkelanjutan agar mampu menjawab kebutuhan program serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Berdasarkan capaian program Tb Provinsi Gorontalo periode Januari sampai Oktober 2026, penemuan kasus Tb mencapai 61 persen dari target 75 persen.

Sementara itu, Enrollment Rate TB Sensitif Obat (SO) mencapai 82 persen dari target 95 persen dan TB Resistan Obat (RO) sebesar 89 persen dari target 95 persen.

Angka keberhasilan pengobatan TB SO mencapai 83,60 persen dari target 90 persen, sedangkan TB RO mencapai 74 persen dari target 85 persen.

Capaian tersebut menunjukkan masih diperlukan penguatan berbagai intervensi program, termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, optimalisasi penemuan kasus, peningkatan inisiasi pengobatan, serta pemantauan kepatuhan dan keberhasilan pengobatan pasien Tb.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki memberi penguatan Kebijakan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) bagi ASN berprestasi di bidang kesehatan.

Materi ini memberikan pemahaman mengenai peluang pengembangan karier ASN melalui prestasi, inovasi dan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Ia menjelaskan KPLB dapat menjadi salah satu bentuk apresiasi pemerintah terhadap ASN, yang menunjukkan prestasi luar biasa melalui inovasi dan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Beberapa contoh inovasi yang dapat mendukung program Tb antara lain pengembangan kader TB mandiri, inovasi pendampingan pasien TB RO, serta penguatan sistem kolaborasi lintas sektor berbasis data.

Melalui kebijakan tersebut, tenaga kesehatan dan pengelola program TB diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan inovasi, meningkatkan profesionalisme, serta menghasilkan kinerja yang berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pelayanan dan pencapaian target program.

Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo berharap, kata Anang, terbangun perencanaan peningkatan kapasitas SDM program Tb yang lebih sistematis, termasuk pemetaan kebutuhan kompetensi, pengembangan karier, serta dokumentasi inovasi dan prestasi tenaga kesehatan.

Penguatan SDM merupakan investasi penting dalam percepatan eliminasi Tb.

Dengan tenaga kesehatan yang kompeten, inovatif dan didukung kebijakan pengembangan karier yang tepat, Provinsi Gorontalo diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan TB dan mempercepat pencapaian target eliminasi Tb tahun 2030.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.