4.000 Artefak Terkumpul dari Proyek MRT

Jumat, 16 Okt 2026, 03:55 WIB

JAKARTA -  Selama waktu pembangunan jalur MRT Jakarta Fase 2A petugas telah menemuka ribuan artefak. Sedikitnya telah terkumpul 4.000 artefak.

Peninggalan bersejarah ini ditemukan selama proses pembangunan jalur Bundaran Hotel Indonesia-Kota. Di dalam temuan ada juga keramik dari sejumlah negara. Hal ini menggambarkan hubungan perdagangan pada masa lalu.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA/Sulthony Hasanuddin

“Temuan ini tiap hari bertambah. Setiap kali kita mengangkat cerucuk baru, papan baru dari kanal, datanya selalu bertambah. Yang terakhir tidak tahu, tapi kalau jumlahnya lebih dari 4.000,” kata Tim Ahli Arkeologi proyek MRT Jakarta Fase 2A Junus Satria Atmodjo, Kamis (15/10). Anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya Nasional tersebut menyatakan ini usai penyerahan arkeologi dari proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A di Stasiun Jakarta Kota.

Junus menyatakan jumlah temuan terus bertambah seiring berlangsungnya pekerjaan konstruksi. Temuan tersebut mencakup struktur saluran air terakota, cerucuk yang berkaitan dengan dinding sungai, serta artefak lepas seperti keramik.

Menurutnya, keramik yang ditemukan menunjukkan adanya hubungan perdagangan antara Indonesia dan negara lain seperti Jepang, Tiongkok, Vietnam, Thailand, dan Kamboja.

Menurut Junus, sekitar 200 benda pernah dibawa untuk dipamerkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Jepang. Meski jumlahnya terbatas, koleksi tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat.

Junus menambahkan, analisis dan perbandingan terhadap benda-benda tersebut dapat membantu mengungkap jalur perdagangan laut yang menghubungkan berbagai wilayah Asia pada masa lampau.

Junus menuturkan, temuan arkeologi dapat membantu masyarakat memahami sejarah melalui bukti material.

Ini sekaligus menunjukkan bahwa kawasan Nusantara telah terhubung dengan jaringan perdagangan internasional sejak masa lalu. Sementara itu, Project Management for Construction 2 MRT Jakarta Indra Gunawan menuturkan, temuan-temuan tersebut akan melalui proses kurasi sebelum ditampilkan kepada publik.

Galeri yang direncanakan berada di Stasiun Jakarta Kota itu akan menjadi ruang untuk memperkenalkan temuan bersejarah kepada pengguna MRT dan masyarakat. Progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 65 persen. Target penyelesaian segmen Bundaran HI-Harmoni tahun depan. Sedangkan untuk segmen Harmoni-Kota akan dirampungkan 2029.

Sebelumnya, PT MRT Jakarta (Perseroda) menyerahkan sebagian temuan arkeologi dari proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A kepada Dinas Kebudayaan Jakarta untuk disimpan dan dilestarikan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan sejarah ibu kota.

“Temuan besarnya salah satunya adalah saluran air terakota. Ini dari Pintu Besar Selatan sampai ke ujungnya kurang lebih ke area Stasiun Jakarta Kota,” jelas Indra Gunawan.

Indra menjelaskan temuan arkeologi selama proses konstruksi didata melalui proses pemindaian tiga dimensi (3D scanning) dan fotogrametri bersama tim ahli arkeologi. Selain saluran air terakota, tim menemukan berbagai artefak lepas, seperti keramik, serta cerucuk yang berkaitan dengan struktur dinding sungai.

Indra menjelaskan MRT Jakarta telah melibatkan tim ahli arkeologi sejak tahap penentuan desain dasar proyek. Pelibatan tersebut dilakukan karena kawasan Jakarta Kota memiliki nilai sejarah yang tinggi. Dinas Kebudayaan Jakarta juga dilibatkan untuk mendampingi proses penanganan setiap temuan selama pekerjaan konstruksi ­berlangsung. Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.