Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Jangan Dibuang! Daun Ketapang Sidoarjo Kini Jadi Rebutan Pecinta Ikan Hias Australia

1 Minggu, 01 Nov 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jangan Dibuang! Daun Ketapang Sidoarjo Kini Jadi Rebutan Pecinta Ikan Hias Australia Jangan Dibuang! Daun Ketapang Sidoarjo Kini Jadi Rebutan Pecinta Ikan Hias Australia Doc: istimewa
Ket. Taruna dan taruni Ocean Institute of Indonesia (OII) Kampus Sidoarjo, Jawa Timur berhasil mengoptimalkan daun ketapang sebagai produk ekspor ke Australia. Sebanyak 100 kilogram daun ketapang dikirim ke Negeri Kangguru menjelang akhir Oktober 2026

JAKARTA – Taruna dan taruni Ocean Institute of Indonesia (OII) Kampus Sidoarjo, Jawa Timur berhasil mengoptimalkan daun ketapang sebagai produk ekspor ke Australia. Sebanyak 100 kilogram daun ketapang dikirim ke Negeri Kangguru menjelang akhir Oktober 2026.

Meski nilai transaksinya masih terbatas, capaian ini menjadi langkah awal untuk membangun pengalaman ekspor, memperluas akses pasar, dan menumbuhkan wirausaha muda dari lingkungan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan.

“Transformasi SDM kelautan dan perikanan tidak cukup hanya menyiapkan lulusan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja. Kita juga perlu membangun kompetensi agar mereka mampu berinovasi, berwirausaha, dan menciptakan nilai tambah dari potensi yang berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan. Pengalaman ini merupakan salah satu langkah untuk membentuk SDM yang adaptif dan berdaya saing,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Minggu (1/11).

Daun ketapang dipilih bukan tanpa alasan. Komoditas ini memiliki potensi pemanfaatan dalam industri ikan hias dan akuarium. Melalui pengolahan dan penanganan yang tepat, daun ketapang dapat menjadi produk bernilai tambah.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, menjelaskan, ekspor sendiri merupakan hasil pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PBL) Program Studi Agribisnis Perikanan OII Kampus Sidoarjo melalui kolaborasi dengan CV Al Mina Berkah. 

Setelah mengirimkan sampel dua kilogram kepada calon pembeli di Australia, taruna menerima permintaan lanjutan sebanyak 100 kilogram pada September 2026. Para taruna/taruni, terlibat langsung dalam rangkaian proses bisnis, mulai dari mengidentifikasi calon pembeli, melakukan korespondensi perdagangan internasional, menyeleksi bahan baku, menjaga mutu, hingga menyiapkan produk untuk pasar luar negeri.

“Nilai transaksi awal mungkin belum besar, tetapi yang lebih penting adalah terbukanya akses ke pasar internasional dan pengalaman taruna menjalani proses ekspor secara langsung. Dari sini, mereka belajar bahwa peluang usaha dapat dibangun dari potensi lokal, selama ada pengetahuan, kreativitas, kualitas produk, dan kemauan untuk membaca kebutuhan pasar,” ujar Nyoman.

Nilai transaksi pengiriman tersebut tercatat sebesar US$15 per kilogram. Pengalaman taruna OII Sidoarjo ini mencerminkan arah transformasi satuan pendidikan KP dalam memperkuat pendidikan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan industri, peluang usaha, dan pasar kerja nasional maupun global. Melalui pembelajaran berbasis praktik dan kemitraan dengan pelaku usaha, taruna tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga kerja kompeten, tetapi juga didorong menjadi wirausahawan yang mampu menciptakan peluang ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Jajaki Kerja Sama...
Daerah
Gunung Ibu Erupsi Semburkan...
Olahraga
Akhirnya Kemenangan Itu Dat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.