Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bandung Hidupkan Kolong Pasupati Jadi Sentra UMKM

1 Minggu, 01 Nov 2026, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bandung Hidupkan Kolong Pasupati Jadi Sentra UMKM Bandung Hidupkan Kolong Pasupati Jadi Sentra UMKM Doc: ANTARA/Rubby Jovan
Ket. Sejumlah pengunjung saat membeli dagangan dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kolong Jembatan Pasupati, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/11/2026).

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menghadirkan kawasan kuliner terpadu di kolong jembatan Pasupati yang mampu menampung hingga 60 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya memperluas ruang usaha masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan penataan kawasan usaha tidak harus selalu dilakukan melalui pembangunan yang megah karena yang terpenting adalah penataan tersebut mampu mengakomodasi berbagai kepentingan, terutama keberlangsungan perekonomian masyarakat.

“Penataan itu tidak harus selalu mewah. Terpenting adalah semuanya bisa berjalan untuk mengakomodasi setiap kepentingan. Dalam hal ini adalah kepentingan perekonomian rakyat,” ujar Farhan di Bandung, Minggu (1/11).

Farhan menyebutkan terdapat tiga prinsip utama yang harus dipatuhi pedagang dalam mengelola kawasan tersebut. Pertama, bangunan atau sarana usaha tidak boleh bersifat permanen maupun semipermanen.

Kedua, waktu operasional dibatasi maksimal 12 jam dan ketiga para pedagang wajib menerapkan prinsip datang bersih dan pulang bersih untuk menjaga kebersihan kawasan.

Menurut dia, kebersihan dan ketertiban kawasan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau petugas kewilayahan.

“Ini adalah kolaborasi antara semuanya. Bukan sekadar perintah dari wali kota. Kita selalu mencari jalan keluar bersama, tetapi setiap hasil dari komitmen bersama ini harus dijalankan dan dijaga bersama-sama,” tuturnya.

Farhan juga mengingatkan para pedagang agar merawat gerobak dan fasilitas usaha yang diberikan melalui dukungan pihak swasta agar sarana dapat digunakan dalam jangka panjang dan menunjang keberlangsungan usaha.

Dirinya berharap kehadiran kawasan tersebut dapat menjadi ruang ekonomi produktif yang tetap mengedepankan kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan.

“Prinsipnya datang bersih, pulang bersih. Dengan keadaan yang bersih seperti ini, mudah-mudahan yang datang juga senang dan keberadaannya memberikan manfaat besar bagi semuanya,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Ekonomi
Magelang Sulap Karnaval Jad...
Luar Negeri
Polandia Menegang, Tatanan ...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.