Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hingga Akhir Oktober, Perum Bulog Semarang Serap 188 Ribu Ton Gabah Petani  

1 Sabtu, 31 Okt 2026, 23:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hingga Akhir Oktober, Perum Bulog Semarang Serap 188 Ribu Ton Gabah Petani    Hingga Akhir Oktober, Perum Bulog Semarang Serap 188 Ribu Ton Gabah Petani    Doc: ANTARA
Ket. Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang Yudha Ajipribawa (kiri) menunjukan stok beras di Gudang Tambakaji, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/10/2026).

JAKARTA – Perum Bulog Kantor Cabang Semarang mencatat penyerapan gabah kering panen (GKP) petani di daerah ini sepanjang Januari hingga akhir Oktober 2026 mencapai 188.000 ton, guna memperkuat cadangan beras pemerintah melalui pengadaan produksi dalam negeri.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Yudha Ajipribawa, mengatakan capaian tersebut telah melampaui target penyerapan yang ditetapkan sebelumnya sebesar 120 ribu ton lebih gabah kering panen.

"Kalau untuk tahun ini sampai dengan kemarin sore, kami sudah mencatatkan ada di angka 188.000 ton GKP," kata Yudha, di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10).

Menurut Yudha, realisasi penyerapan gabah tersebut setara dengan pengadaan beras yang saat ini sekitar 81.000 ton untuk memenuhi berbagai kebutuhan pangan masyarakat serta program pemerintah.

"Kalau setara berasnya sekitar 81.000 ton," ujarnya.

Ia menjelaskan penyerapan gabah dilakukan melalui kerja Tim Jemput Gabah (TJG) Bulog, yang mendatangi petani saat panen berlangsung guna memastikan hasil produksi terserap dan masuk dalam sistem pengelolaan cadangan beras pemerintah.

Wilayah kerja Bulog Semarang sebelumnya mengalami panen pada September hingga Oktober di Kabupaten Grobogan, sedangkan panen berikutnya diperkirakan kembali berlangsung saat musim tanam pertama sekitar Februari hingga Maret 2027.

Pada periode tersebut, Bulog Semarang akan kembali melakukan siklus penyerapan melalui Tim Jemput Gabah, pengolahan di fasilitas penggilingan, kemudian penyimpanan beras hasil produksi petani untuk menjaga ketersediaan stok pangan nasional.

Yudha menyebut kualitas gabah petani yang diserap saat ini cukup baik karena kondisi cuaca mendukung dengan panas matahari yang cukup membantu proses pengeringan dan menjaga mutu bahan baku beras Bulog.

Namun, ia mengingatkan tantangan kualitas gabah dapat muncul saat memasuki musim tanam pertama akibat faktor curah hujan serta perbedaan karakteristik wilayah panen yang mempengaruhi hasil produksi dan penanganan pascapanen petani.

Menurut dia, pola tanam dan mekanisasi panen menjadi faktor penting yang menentukan kualitas gabah, karena penggunaan alat berbeda dapat menghasilkan mutu beras yang berbeda setelah melalui proses pengolahan lebih lanjut.

Yudha menjelaskan penggunaan teknologi seperti combine harvester maupun mesin pascapanen dapat membantu meningkatkan kualitas hasil produksi serta mendukung peningkatan volume penyerapan gabah sesuai target pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Ia berharap petani semakin memahami cara panen dan penyediaan gabah berkualitas, karena faktor tersebut berpengaruh terhadap mutu beras yang dihasilkan setelah melewati tahapan pengeringan serta penggilingan di fasilitas pengolahan Bulog.

Selain petani, Yudha juga mendorong penggilingan yang menjadi mitra agar meningkatkan mekanisasi pascapanen agar proses pengolahan gabah lebih optimal dan rendemen beras meningkat, sehingga hasil produksi dapat memberikan manfaat lebih besar bagi sektor pangan.

Dengan capaian penyerapan 188.000 ton gabah, Bulog Semarang optimistis penguatan kerja sama dengan petani dan pelaku penggilingan mampu menjaga kesinambungan pasokan beras menghadapi kebutuhan masyarakat serta program pangan pemerintah dalam mengintervensi pasokan dan harga.

Adapun Bulog Semarang hingga akhir Oktober 2026 mengelola stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 81.600 ton yang mampu memenuhi kebutuhan sekitar empat hingga lima bulan ke depan sebelum memasuki masa panen berikutnya di tahun 2027.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Peretasan Kripto, Bagaimana...
Luar Negeri
AS, Korea Selatan, dan Jepa...
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.