Jakarta Jadi Tuan Rumah World Cities Culture Summit 2027, Bertepatan HUT ke-500
Jumat, 30 Okt 2026, 16:40 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Jakarta resmi ditetapkan sebagai tuan rumah World Cities Culture Summit 2027, forum internasional yang mempertemukan perwakilan kota-kota dunia untuk membahas peran budaya dalam pembangunan perkotaan. Pengumuman tersebut disampaikan pendiri World Cities Culture Forum (WCCF), Justine Simons OBE, dalam upacara penutupan World Cities Culture Summit 2026 di WITH Harajuku Hall, Tokyo, Jepang, Jumat (30/10).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang menghadiri acara tersebut menyatakan Jakarta siap menyambut delegasi dari lebih dari 50 kota di dunia pada penyelenggaraan tahun depan. Penetapan ini merupakan hasil proses pengajuan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 2025.
Rano menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Jakarta untuk menjadi tuan rumah forum budaya berskala internasional tersebut. Ia menilai kesempatan ini menjadi tanggung jawab sekaligus peluang bagi Jakarta untuk melanjutkan kolaborasi antarkota dalam memperkuat peran kebudayaan.
“Atas nama Gubernur Pramono Anung dan seluruh masyarakat Jakarta, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Jakarta. Kami merasa terhormat mendapat kesempatan menjadi tuan rumah berikutnya dan melanjutkan semangat serta upaya yang telah dibangun melalui forum ini,” ujarnya.
Penyelenggaraan World Cities Culture Summit 2027 akan memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan 500 tahun Jakarta. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk merefleksikan perjalanan sejarah ibu kota, memperkuat identitas budaya, sekaligus merumuskan arah pembangunan kota bagi generasi mendatang.
Rano mengatakan, peringatan lima abad Jakarta tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan masa lalu, tetapi juga mendorong masyarakat memikirkan masa depan kota. Melalui forum internasional ini, Jakarta diharapkan dapat berbagi pengalaman sekaligus bertukar gagasan dengan kota-kota lain mengenai pembangunan yang menjadikan budaya sebagai salah satu kekuatan utama.
“Tahun 2027 akan menjadi tahun yang sangat istimewa bagi Jakarta karena kita memperingati 500 tahun perjalanan kota ini. Ini momentum untuk menengok kembali sejarah, merayakan identitas budaya, sekaligus memikirkan Jakarta seperti apa yang ingin kita wariskan kepada generasi mendatang,” jelasnya.
Selain memperkuat kerja sama internasional, Rano menegaskan bahwa penyelenggaraan forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Betawi kepada masyarakat dunia. Sebagai akar budaya Jakarta, tradisi Betawi tumbuh berdampingan dengan beragam kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia dan membentuk karakter ibu kota yang dinamis serta terbuka.
Rano berharap para delegasi yang datang dapat melihat secara langsung bagaimana keberagaman budaya hidup berdampingan di Jakarta. Keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi perhatian agar penyelenggaraan forum tidak hanya memberikan manfaat bagi pemerintah dan pelaku budaya, tetapi turut dirasakan warga.
“Ini kesempatan emas untuk memperkenalkan budaya Betawi ke panggung dunia. Betawi adalah akar Jakarta, tetapi Jakarta juga rumah bagi tradisi dari seluruh Nusantara. Kami ingin para delegasi merasakan langsung bagaimana keberagaman itu hidup berdampingan dan menjadi sumber kreativitas kota. Kami akan menyiapkan penyelenggaraan yang terbaik, sekaligus memastikan warga Jakarta ikut terlibat dan merasakan manfaatnya,” pungkas Rano.
World Cities Culture Forum merupakan jejaring internasional yang mempertemukan kota-kota dunia untuk berbagi hasil riset, gagasan, dan praktik terbaik mengenai kontribusi budaya terhadap pembangunan perkotaan. Melalui jejaring tersebut, para pemimpin dan pengambil kebijakan di bidang kebudayaan dapat bertukar pengalaman dalam mengembangkan kota yang kreatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Setiap tahun, perwakilan kota anggota WCCF berkumpul dalam World Cities Culture Summit untuk membahas berbagai tantangan dan peluang dalam pengembangan kebudayaan perkotaan. Dengan menjadi tuan rumah pada 2027, Jakarta berpeluang memperluas jejaring internasional sekaligus memperkenalkan identitas budaya dan potensi kreatifnya kepada komunitas global.
Penyelenggaraan forum tersebut diharapkan menjadi bagian dari momentum perayaan 500 tahun Jakarta, sekaligus memperkuat posisi kebudayaan dalam pembangunan ibu kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berpeluang memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mendorong kolaborasi lintas kota dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam kehidupan budaya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!