Formula 1: Perez Ubah Jalanan Mexico City Menjadi Pesta Jelang Balapan ke-300

Jumat, 30 Okt 2026, 05:30 WIB

MEXICO CITY — Sergio Perez mengubah salah satu jalan raya paling megah di Mexico City menjadi lautan kebanggaan nasional. Sekitar 100.000 penggemar memadati Paseo de la Reforma untuk menyaksikan aksi pembalap Cadillac itu dalam pertunjukan jalanan, beberapa hari sebelum ia menjalani start ke-300 di Formula 1.

Pertunjukan tersebut menjadi yang keempat bagi Perez di Meksiko sepanjang kariernya di Formula 1. Bendera Meksiko berkibar di sepanjang jalan, berdampingan dengan gambar-gambar raksasa pembalap berusia 36 tahun tersebut.

Ket. Foto: Sergio Perez. — Sumber: Formula 1.

Mengendarai mobil bermesin Formula 2 yang dimodifikasi, Perez menghibur penonton dengan aksi donat yang mengepulkan asap ban. Ia juga berhenti di dekat Monumen Malaikat Kemerdekaan untuk menyapa para penggemar yang telah menunggu sejak malam sebelumnya.

“Saya tahu beberapa dari kalian sudah berada di sini sejak tadi malam. Saya sangat menghargainya,” kata Perez kepada kerumunan penonton.

“Kalian adalah salah satu alasan utama saya kembali ke Formula 1. Terima kasih atas semua momen yang tidak akan pernah terlupakan,” ujarnya.

Perez, yang telah mengoleksi enam kemenangan Grand Prix, kembali ke grid Formula 1 musim ini bersama Cadillac. Tim tersebut juga mengumumkan pada Rabu bahwa mereka memperpanjang kontrak pembalap Meksiko itu hingga 2029.

Bagi penggemar yang tidak mampu membeli tiket atau gagal mendapatkannya karena balapan telah terjual habis, pertunjukan gratis di jalanan tersebut menjadi kesempatan untuk menikmati atmosfer Formula 1 dari dekat.

Sebastian Perez, 20 tahun, yang tidak memiliki hubungan keluarga dengan sang pembalap, datang mengenakan kostum balap dan helm tiruan hasil rakitannya sendiri. Ia mengaku menghabiskan hampir 3.000 peso Meksiko atau sekitar 161 dolar AS untuk perlengkapan tersebut.

“Saya tidak akan datang ke balapan. Sejujurnya, saya tidak berhasil mendapatkan tiket, padahal ingin sekali menonton langsung,” katanya.

“Menurut saya, harganya cukup mahal dan tidak semua orang mampu membelinya. Namun, penggemarnya sekarang sangat banyak sehingga tiket cepat sekali habis.”

Sebastian telah mengikuti perjalanan karier Perez selama hampir tiga tahun. Baginya, ketangguhan sang pembalap dalam menghadapi berbagai tantangan menjadikannya sosok idola.

“Saya mulai mengikutinya ketika dia masih di Red Bull. Kemudian, saya melihat dia meninggalkan Formula 1 dan akhirnya kembali. Saya menyukainya karena dia selalu menunjukkan bahwa dirinya tidak menyerah,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Virginia Cano, 62 tahun, yang telah mengikuti karier Perez selama sekitar satu dekade. Menurutnya, pencapaian Perez tidak hanya membanggakan Meksiko, tetapi juga menunjukkan kemampuannya bersaing di panggung olahraga dunia.

“Saya bahagia mengetahui dia merupakan pesaing kelas dunia, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga global. Dia juga orang yang luar biasa,” kata Cano, sembari menambahkan bahwa Perez memiliki paras yang tampan.

Sebagai warga Meksiko, lanjutnya, melihat seorang pembalap negaranya mencapai prestasi setinggi itu merupakan kebanggaan tersendiri.

Antusiasme penggemar terlihat di sepanjang jalur pertunjukan. Keluarga dan anak-anak berdesakan di balik pembatas untuk melihat sang idola. Sebagian anak duduk di pundak orang tua mereka, sementara beberapa penonton bahkan memanjat pohon dan monumen demi mendapatkan pandangan yang lebih jelas.

Perez melayani permintaan tanda tangan dan berfoto bersama penggemar sebelum naik ke mobil Cadillac konvertibel klasik untuk melambaikan tangan kepada massa.

Rekan setimnya, Valtteri Bottas, turut hadir meski tidak mengemudikan mobil. Pembalap Finlandia itu tetap mendapat sambutan meriah setelah menyapa penonton dalam bahasa Spanyol.

“Saya suka taco, saya suka Meksiko,” seru Bottas, yang langsung disambut sorak-sorai penonton.

Bagi Perez, kemeriahan di jalanan Mexico City menjadi pembuka istimewa menuju tonggak penting kariernya. Start ke-300 di hadapan pendukung sendiri bukan sekadar angka, melainkan kesempatan merayakan perjalanan panjang bersama publik yang terus memberinya dukungan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.