Kalah Pilpres Kabur ke AS, Bolsonaro Klaim Dirinya Pemimpin Sejati Brazil

Kamis, 29 Okt 2026, 08:31 WIB

MIAMI - Flavio Bolsonaro, kandidat presiden sayap kanan Brazil yang kalah dalam pemilihan, menegaskan bahwa dialah pemimpin sah negaranya, setelah melarikan diri ke Amerika Serikat.

Ket. Foto: Flávio Bolsonaro turun dari pesawat setelah tiba di bandara Miami-Opa Locka di Florida pada hari Rabu. — Sumber: AFP

Sikap menantang Bolsonaro saat tiba di Florida menandakan gejolak berkelanjutan bagi Brazil. Presiden sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva memenangkan pemilihan putaran kedua yang dramatis pada hari Minggu.

"Saya adalah presiden terpilih, dan para penjahat yang mencuri pemilu Brazil adalah bagian dari organisasi kriminal yang telah membangun tirani," kata Bolsonaro dalam pernyataan yang dipublikasikan di akun X-nya. Ia mengecam "kecurangan pemilu."

"Saya akan memimpin oposisi dari sini," kata Bolsonaro. Dalam pernyataan selanjutnya, ia merevisi klaimnya dengan mengatakan bahwa ia adalah "pemimpin", bukan "presiden."

Bolsonaro (45)  mendarat di Bandara Eksekutif Opa-Locka dekat Miami dengan jet pribadi pada Rabu (28/10) pagi.

Rogerio Marinho, pemimpin Partai Liberal Bolsonaro di Senat, mengatakan kepada wartawan di Brasilia, ia "bersolidaritas" dengan mantan kandidat tersebut. 

Namun, ia menjauhkan diri dari pernyataan Bolsonaro, dan menolak untuk mendukung klaim Bolsonaro tentang kecurangan pemilu.

"Partai Liberal tidak bisa mengklaim hal itu," katanya. "Tidak ada bukti untuk itu."

Flavio Bolsonaro "adalah perwujudan dari sayap kanan di Brazil saat ini... dia menyebut dirinya seorang pemimpin dan itu benar: dia adalah seorang pemimpin," kata Marinho kepada wartawan.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump memiliki hubungan yang kuat dengan Bolsonaro dan ayahnya, Jair Bolsonaro, yang berada di bawah tahanan rumah di Brazil setelah berupaya membatalkan kekalahan pemilu yang dialaminya dari Lula pada tahun 2022.

Trump menegaskan kembali pendiriannya bahwa pemilu Brazil "sangat aneh" tetapi mengatakan kepada wartawan, dia "tidak akan ikut campur" dalam klaim Flavio Bolsonaro atas kursi kepresidenan.

Rincian tentang bagaimana Bolsonaro, didampingi istri dan putrinya, sampai ke wilayah AS terus terungkap.

Ia sedang diselidiki atas tuduhan korupsi dan pencucian uang. Karena kekebalan parlemennya saat ini akan segera berakhir, ia diperintahkan untuk menyerahkan paspornya, tetapi ia tetap pergi, dan sampai ke Amerika Serikat melalui Argentina dan Ekuador.

Sebuah sumber kepolisian mengatakan kepada AFP bahwa paspor Brazil dan paspor diplomatik Bolsonaro telah dibatalkan, tetapi ia juga memegang kewarganegaraan Italia sejak tahun 2023, menurut dokumen Italia yang dilihat oleh AFP.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa anggota keluarga Bolsonaro telah diperiksa dan dinyatakan lolos "sesuai dengan hukum dan prosedur imigrasi yang berlaku."

Larangan bepergian itu dikeluarkan oleh Hakim Agung Alexandre de Moraes, yang memimpin kasus terhadap ayah Bolsonaro dan merupakan tokoh kontroversial yang dibenci oleh kelompok sayap kanan Brazil.

Lula, yang memenangkan pemilihan hari Minggu dengan 51,8 persen suara, menyebut kepergian Bolsonaro sebagai tindakan yang "memalukan".

"Seseorang yang menyelinap keluar dari negaranya pasti menyembunyikan sesuatu," katanya di Brasilia saat perayaan ulang tahunnya yang ke-81 pada hari Selasa.

Namun, polisi Brazil mengeluarkan pernyataan dia tidak dianggap buronan.

Terjadi kontroversi di negara tetangga Argentina, para anggota parlemen oposisi menuntut penjelasan bagaimana Bolsonaro bisa transit melalui negara tersebut.

Meskipun pihak berwenang Argentina mengatakan ia membawa dokumen perjalanan yang sah, para pejabat telah meminta kepala kabinet Diego Santilli untuk memberikan rinciannya kepada parlemen, menurut anggota parlemen oposisi Agustin Rossi. 

 

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.