Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Membahas Masa Depan Industri Musik di KMI 2026 di Kota Makassar

28 Selasa, 27 Okt 2026, 23:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Membahas Masa Depan Industri Musik di KMI 2026 di Kota Makassar Membahas Masa Depan Industri Musik di KMI 2026 di Kota Makassar Doc: Antara
Ket. Grup musik D'MASIV mempertunjukkan penampilan mereka saat konferensi pers pengumuman tur "Asia Home Run" di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).

Makassar - Ratusan insan musik dari berbagai daerah membahas penguatan ekosistem dan masa depan industri musik nasional pada Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 yang digelar di Kota Makassar.

Konferensi bertema "Gerak Seirama" tersebut berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026 dengan melibatkan Kementerian Kebudayaan bersama Indonesia World Music Series.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, di Makassar, Selasa, mengatakan konferensi tersebut menjadi ruang strategis bagi para musisi, pemikir, dan pelaku industri untuk merumuskan langkah bersama dalam mengembangkan musik Indonesia.

"Forum ini mempertemukan ratusan insan musik dari berbagai daerah dan menjadi ruang untuk membahas masa depan industri musik Indonesia," kata Munafri.

Menurut dia, forum nasional tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, perlindungan kekayaan intelektual, dan perluasan akses pasar bagi musisi Indonesia.



Munafri mengatakan Indonesia memiliki kekayaan musik yang beragam, mulai dari musik tradisional yang diwariskan lintas generasi, musik daerah yang tumbuh bersama kehidupan masyarakat, hingga berbagai genre modern yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

"Oleh karena itu, penguatan industri musik nasional perlu dilakukan dengan tetap menjaga identitas budaya sekaligus membuka ruang bagi inovasi dan kreativitas para pelakunya," ujar dia.

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan hak dan kesejahteraan musisi, penguatan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP), serta perluasan akses pembiayaan dan pasar agar industri musik dapat berkembang secara berkelanjutan.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dinilai membuka peluang bagi musisi untuk memproduksi, mendistribusikan, serta memperkenalkan karya mereka kepada pendengar di berbagai negara.



Munafri berharap berbagai gagasan yang dibahas dalam KMI 2026 dapat ditindaklanjuti melalui rekomendasi, kebijakan, dan kerja sama konkret untuk menjawab tantangan industri musik Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Ekonomi
Kementan Bangun Skema Kemit...
Ekonomi
Salah Tata Kelola BUMN Picu...
Advertisement
Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.