Demi Keamanan, PSSI Mesti Menggalang untuk Memindahkan Piala Asia 2027 dari Arab

Minggu, 25 Okt 2026, 09:11 WIB

JAKARTA – Saat ini terus terjadi perang antara Houthi (Yaman) dan Arab Saudi. Bahkan bom-bom terus dijatuhkan ke tanah Arab. Houthi juga termasuk membombardir salah satu kota yang bakal menjadi penyelenggara Piala Asia 2027, Riyadh.

Untuk itu, demi keamanan semua pihak, PSSI harus menggalang dengan negara-negara peserta Piala Asia agar AFC memindahkan lokasi, keluar dari jazirah arab. Jangan menundanya sampai 2028. Memang ini bukan pekerjaan mudah karena petinggi-petinggi AFC bereasal dari tanah Arab.

Ket. Foto: arab terus dibombardir — Sumber: ist

Sebab sejauh ini AFC masih tetap akan menyelenggarakan Piala Asia di Arab Saudi. Penyelenggaraan Piala Asia 2027 di Arab Saudi tengah menjadi perhatian menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan turnamen yang akan diikuti Timnas Indonesia bersama negara-negara terbaik Asia.

Piala Asia 2027 semula dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Namun, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) masih memantau perkembangan situasi sebelum mengambil keputusan lebih lanjut mengenai pelaksanaan kompetisi.

Seandainya terjadi serangan bom saat Piala Asia berlangsung dan katakanlah melukai para pemain atau ofisial, kan yang menanggung bukan Arab. Negara masing-masing pesertalah yang akan menanggung kerugian, apalagi bila sampai ada pemain yang tewas. Ini yang harus dipikirkan. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.