Sejarah Baru di China Open 2026! Zheng Qinwen Berhasil Rebut Gelar Juara

Senin, 12 Okt 2026, 04:03 WIB

JAKARTA - Petenis China Zheng Qinwen mencetak sejarah dengan menjadi petenis China pertama yang menjuarai WTA 1000 China Open setelah mengalahkan unggulan keempat Mirra Andreeva dengan skor 7-5, 6-4 pada babak final di Beijing, Minggu.

Kemenangan tersebut menjadi gelar WTA 1000 pertama bagi Zheng sekaligus gelar keenam sepanjang kariernya di tur WTA. Petenis berusia 24 tahun itu juga mengakhiri penantian gelar sejak terakhir kali menjuarai turnamen di Tokyo pada akhir 2024.

Ket. Foto: Petenis China Zheng Qinwen bereaksi pada babak final WTA 1000 China Open 2026 melawan Mirra Andreeva di Beijing, Minggu (11/10). — Sumber: Antara foto/WTA

Dikutip dari WTA, Zheng tampil tangguh dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam 43 menit tersebut, terutama ketika menyelamatkan tiga peluang set point pada set pertama sebelum merebut kemenangan.

Andreeva sempat unggul 2-0 pada awal set pertama, tetapi Zheng mampu menyamakan kedudukan dan terus memberikan tekanan. Setelah menggagalkan tiga peluang lawannya untuk merebut set, Zheng memenangi 11 poin terakhir secara beruntun untuk mengamankan set pertama dengan skor 7-5.

Memasuki set kedua, kedua pemain saling mematahkan servis pada gim-gim awal. Zheng kemudian merebut break penting pada gim kesembilan sebelum mempertahankan servis untuk memastikan kemenangan 6-4.

Gelar tersebut menjadi titik balik bagi Zheng setelah menjalani musim yang sulit. Peringkatnya sempat merosot hingga posisi ke-160 dunia pada pertengahan musim, sebelum bangkit dan menempati peringkat ke-54 menjelang turnamen. Hasil di Beijing akan membawanya kembali ke jajaran 30 besar dunia pada pekan depan.

Zheng juga menjadi pemain berstatus wildcard pertama yang menjuarai China Open sejak turnamen tersebut kembali digelar pada 2004. Ia sekaligus menjadi juara dengan peringkat terendah dalam periode tersebut.

Sepanjang turnamen, Zheng kehilangan 78 gim, terbanyak bagi seorang juara turnamen tier I atau WTA 1000 sejak format tersebut diperkenalkan pada 1990. Catatan itu melampaui rekor Belinda Bencic yang kehilangan 66 gim saat menjuarai turnamen Toronto pada 2015.

Kemenangan atas Andreeva juga menjadi kemenangan ke-14 Zheng atas pemain 10 besar dunia sepanjang kariernya dan yang ketiga pada musim ini.

Meski gagal meraih gelar, Andreeva tetap memperoleh pencapaian penting dengan proyeksi kenaikan ke peringkat ketiga dunia pada Senin (12/10). Ia akan menjadi pemain termuda ketiga pada abad ini yang pertama kali menembus tiga besar peringkat WTA, setelah Maria Sharapova dan Kim Clijsters.

Andreeva mengakui Zheng tampil lebih baik pada partai final dan berharap petenis China tersebut terus meningkatkan performanya setelah melewati musim yang berat.

Ia juga berencana mengevaluasi penampilannya bersama pelatih Conchita Martinez untuk memperbaiki pengembalian servis dan konsistensi permainan pada turnamen berikutnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.