Bank Mandiri Raup Laba Rp45,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
Minggu, 25 Okt 2026, 23:23 WIBJAKARTA- Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi 45,5 triliun rupiah hingga kuartal III 2026, tumbuh 20,7 persen secara tahunan (year on year/Yoy). Pencapaian tersebut ditopang ekspansi kredit berbasis ekosistem, peningkatan transaksi digital, serta efisiensi operasional yang memperkuat profitabilitas perseroan.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan penyaluran kredit secara bank only mencapai 1.605,8 triliun rupiah per September 2026, tumbuh 16 persen yoy. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 17,7 persen menjadi 1.750,2 triliun rupiah, sedangkan total aset tumbuh 20,1 persen menjadi 2.404,1 triliun rupiah.
Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga mencapai 97,3 triliun rupiah atau meningkat 7,08 persen. Pendapatan nonbunga tumbuh 13,8 persen menjadi 29,4 triliun rupiah, sedangkan pendapatan bunga bersih naik 6,2 persen menjadi 61,2 triliun rupiah.
Peningkatan pendapatan tersebut diikuti penurunan biaya operasional 9,03 persen menjadi 32,7 triliun rupiah. Efisiensi ini tercermin dari rasio cost to income ratio (CIR) yang membaik menjadi 36,1 persen, dibandingkan 43 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
âPendapatan kami terus tumbuh seiring pertumbuhan kredit dan meningkatnya transaksi nasabah. Kami juga terus memperkuat pendapatan berbasis komisi dan efisiensi operasional untuk menjaga pertumbuhan laba,â kata Novita dalam paparan kinerja keuangan perseroan dengan kode perdagangan saham BMRI itu di Jakarta, akhir pekan lalu.Â
Kredit Ekosistem dan Digital
Ekspansi kredit turut menyasar sektor korporasi, UMKM, dan masyarakat. Kredit korporasi mencapai 700 triliun rupiah, tumbuh 22 persen yoy. Adapun kredit ekosistem turunan yang mencakup segmen usaha kecil dan menengah (SME), mikro, serta konsumer mencapai 174 triliun rupiah, meningkat 9 persen.
Sementara itu, kredit mikro non-subsidi tercatat 31,2 triliun rupiah atau tumbuh 12,9 persen, dengan jangkauan pembiayaan di 37 provinsi. Langkah itu diarahkan untuk memperluas akses modal bagi pelaku usaha produktif dan mendukung kegiatan ekonomi daerah.
Di sisi digital, Livinâ by Mandiri memiliki 42,6 juta pengguna terdaftar per September 2026. Sepanjang Januari-September, aplikasi tersebut mencatat 4,18 miliar transaksi senilai 3.863 triliun rupiah, masing-masing tumbuh 22 persen dan 20 persen yoy.
Sementara itu, platform bisnis Kopra by Mandiri memiliki 406 ribu pengguna terdaftar dengan nilai transaksi 22.801 triliun rupiah, meningkat 17 persen Yoy. Perseroan juga menghadirkan Kopra Mobile untuk mempermudah nasabah bisnis memantau saldo, menjalankan transaksi, dan memberikan otorisasi pembayaran melalui perangkat seluler.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, mengatakan transformasi layanan turut menurunkan jumlah keluhan nasabah sebesar 74 persen dibandingkan Juli 2025. Perbaikan dilakukan melalui kantor cabang, pusat layanan, dan kanal digital, termasuk Livinâ Call yang memungkinkan nasabah terhubung dengan petugas tanpa biaya telepon.
Kembangkan Bisnis Bullion
Bank Mandiri juga memperluas layanan investasi emas melalui bisnis bullion. Produk yang ditawarkan mencakup Tabungan Emas, fasilitas cicilan melalui KSM Emas, serta pengambilan emas fisik. Pembelian awal tabungan emas dapat dilakukan mulai 0,02 gram melalui Livinâ by Mandiri.
Nasabah juga dapat melakukan pembelian emas mulai 0,005 gram dan penjualan mulai 0,01 gram. Pengambilan emas fisik tersedia melalui 28 ATM Emas dan 458 kantor cabang yang dapat dipilih melalui aplikasi.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) bruto bank only membaik menjadi 0,98 persen dari 1,03 persen setahun sebelumnya. Rasio pencadangan terhadap NPL mencapai 243 persen, sedangkan cost of credit berada di level 0,55 persen.
Permodalan juga tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal (CAR) bank only sebesar 18,4 persen per September 2026.
Sepanjang 2026, Bank Mandiri telah membagikan dividen 50,6 triliun rupiah, termasuk dividen interim tahun buku 2026 sebesar 6,16 triliun rupiah.
Ke depan, perseroan akan memperkuat pembiayaan berbasis ekosistem, meningkatkan transaksi digital, dan mengembangkan layanan bullion dengan tetap menjaga kualitas aset, efisiensi, serta prinsip kehati-hatian. Strategi tersebut diharapkan menopang pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperluas kontribusi perseroan terhadap perekonomian nasional.
- Bank Mandiri
- Bullion Bank
- Penyaluran Kredit
- Kinerja Keuangan
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
Berita Terkait:
-
Klasemen Berubah! Italia Tekuk Turki 3-1 dan Naik ke Peringkat Dua
-
Per Agustus 2026, Bank Mandiri Kucurkan KUR Senilai Rp29,53 Triliun , 64,48% Mengalir ke Sektor Produksi
-
Pemprov Terus Memperbaiki Sarana Prasarana Pendidikan
-
BMKG Prakirakan Hujan Petir hingga Ringan Bakal Guyur Mayoritas Kota Besar Indonesia pada Minggu (11/10)
-
497 Gempa Tektonik Menggetarkan Wilayah Sulut Sepanjang September 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.