Mourinho Nilai Tak Adil Membandingkan Real Madrid dengan Barcelona
Minggu, 25 Okt 2026, 07:00 WIBMADRID â Pelatih Real Madrid Jose Mourinho menilai tidak adil jika tim asuhannya dibandingkan dengan Barcelona menjelang duel El Clasico pada hari Minggu (25/10) malam. Menurutnya, Madrid masih berada dalam tahap awal pembangunan tim, sementara Barcelona telah memiliki fondasi permainan yang lebih matang di bawah asuhan Hansi Flick.
Barcelona, yang ditangani Flick, telah meraih dua gelar La Liga secara beruntun dan memimpin klasemen dengan catatan belum terkalahkan. Sebaliknya, Mourinho baru menangani Madrid sejak musim panas ini, setelah klub ibu kota Spanyol tersebut melewati dua musim tanpa meraih trofi utama.
Situasi kedua tim sedikit berubah menjelang pertemuan di Camp Nou. Barcelona menelan kekalahan pertamanya musim ini saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) pada Selasa, sedangkan Madrid justru memenangi empat pertandingan terakhirnya.
Madrid menempati peringkat ketiga klasemen La Liga, terpaut enam poin dari Barcelona sebelum kedua tim berhadapan dalam laga yang selalu menjadi sorotan dunia sepak bola tersebut.
"Saya kira orang-orang yang sepekan lalu berpikir Barcelona akan menghancurkan kami akan tetap berpikir demikian," kata Mourinho kepada wartawan, Sabtu.
"Menurut saya, mereka tidak akan mengubah pandangan hanya karena pertandingan di Paris atau kemenangan Madrid 4-1 atas Leipzig."
Mourinho menegaskan bahwa Real Madrid belum bisa dinilai sebagai tim yang sudah mencapai bentuk permainan terbaiknya. Ia mengingatkan bahwa dirinya baru beberapa bulan memimpin Los Blancos, sedangkan Flick mulai menangani Barcelona pada 2024.
"Orang-orang memandang kami seolah-olah kami sudah menjadi produk jadi. Padahal, dalam sepak bola, tim yang benar-benar selesai dibangun itu sulit ditemukan karena prosesnya tidak pernah benar-benar berakhir. Namun, mereka melihat kami seolah-olah sudah berada pada tahap lanjutan," ujar Mourinho.
Ia menjelaskan, Madrid baru menjalani sekitar tiga bulan proses kerja bersama, itu pun termasuk masa pramusim ketika para pemain kembali secara bertahap setelah Piala Dunia, serta periode jeda internasional.
"Jika dikurangi semua itu, kami baru benar-benar bersama selama satu setengah hingga dua bulan," katanya.
"Ini baru permulaan. Kami masih berada dalam tahap awal, ketika pelatih mempelajari tim, menganalisis situasi, dan perlahan menentukan arah permainan. Para pemain juga masih mempelajari keinginan pelatih."
"Karena itu, menurut saya, membandingkan tim yang masih berada pada tahap seperti ini dengan tim-tim yang lebih mapan adalah sesuatu yang tidak adil."
Meski Madrid tengah menunjukkan tren positif, Mourinho menegaskan bahwa performa dalam pertandingan sebelumnya tidak akan banyak berpengaruh terhadap hasil El Clasico.
Madrid datang dengan modal empat kemenangan beruntun, permainan yang semakin solid, serta produktivitas gol yang meningkat. Namun, Mourinho menilai pertandingan melawan Barcelona memiliki karakter tersendiri.
"Kami sedang berada dalam dinamika yang bagus, memenangi pertandingan, bermain baik, dan mencetak gol. Namun, dalam El Clasico, apa yang Anda lakukan sebelumnya tidaklah penting dan tidak berpengaruh terhadap pertandingan," ujarnya.
"El Clasico adalah pertandingan yang unik. Biasanya, seluruh dunia sepak bola berhenti untuk menyaksikannya. Saya berharap ini menjadi pertandingan yang hebat. Dan semoga kami yang menang."
Mourinho juga memastikan tidak akan mengubah pendekatan taktiknya hanya untuk meredam pergerakan winger Barcelona, Lamine Yamal.
Pemain tim nasional Spanyol berusia 19 tahun itu tengah berada dalam performa impresif dan berharap bisa meraih penghargaan Ballon d'Or pada Senin.
"Dia pemain hebat, dan pemain hebat harus dihormati," kata Mourinho.
"Namun, menghormati pemain berbeda dengan mengubah rencana, struktur permainan, atau melupakan jati diri tim sendiri. Kami tidak akan melakukan itu, baik untuk menghadapi dia maupun pemain lain dengan kualitas luar biasa."
Di kubu Barcelona, Hansi Flick mengonfirmasi bahwa Jules Kounde masih belum pulih dari cedera dan dipastikan absen. Dani Olmo, Eric Garcia, serta Andreas Christensen juga masuk dalam daftar pemain yang tidak tersedia untuk pertandingan tersebut.
Flick memperkirakan Real Madrid akan datang dengan kepercayaan diri tinggi. Meski demikian, pelatih asal Jerman itu memberikan pujian kepada Mourinho, yang telah lama menangani sejumlah klub besar dan meraih berbagai keberhasilan.
"Saya sangat menghormatinya. Ketika Anda menangani tim-tim pada level tertinggi selama bertahun-tahun dan selalu meraih kesuksesan, itu menunjukkan kualitas Anda. Dia telah membuktikannya di setiap klub," ujar Flick.
"Setiap pemain tim nasional Jerman yang pernah bekerja di bawah asuhannya selalu berbicara dengan penuh rasa hormat. Saya pun memiliki pandangan yang sama. Dia adalah kolega yang sangat sukses sekaligus sosok kolega yang hebat."
Flick juga mengakui kekalahan 2-4 dari PSG di Paris memberikan sejumlah pelajaran penting bagi Barcelona. Menurutnya, timnya telah melakukan banyak hal dengan baik, tetapi masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki.
"Kami sudah menganalisis pertandingan itu. Ada banyak hal yang kami lakukan dengan sangat baik, tetapi kami juga melihat beberapa situasi yang harus diperbaiki," katanya.
"Kami harus terus berkembang sebagai sebuah tim. Besok kami menghadapi salah satu tim terbaik di dunia, sehingga ini menjadi kesempatan bagus untuk berkembang, menguji kemampuan sendiri, meningkatkan kualitas, dan tumbuh sebagai tim."
Pertemuan Barcelona dan Real Madrid kali ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Bagi Mourinho, laga tersebut juga menjadi ujian untuk mengukur perkembangan tim yang masih dibangunnya. Sementara bagi Flick, El Clasico menjadi kesempatan bagi Barcelona untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bangkit setelah kekalahan dari PSG.
- Jose Mourinho
- Real Madrid
- El Clasico
- Barcelona
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Upayakan Damai Sebelum Musim Dingin, AS-NATO Dorong Negosiasi Akhir Perang Russia-Ukraina
-
Trump Umumkan Kesepakatan Impor Solar dari Russia
-
Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Majene
-
Danantara Tahan Dividen, APBN Kehilangan Tambahan Penerimaan
-
SUSTAIN: Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi Jangan Cuma Jadi Tambahan Birokrasi, Harus Jadi Game Changer
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.