Pemkab Banyumas Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Bencana 2026
Sabtu, 24 Okt 2026, 19:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Bencana 2026 yang melibatkan sekitar 700 personel lintas sektor.
Apel yang digelar di Lapangan Atas Bendung Gerak Serayu, Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Sabtu (24/10), diikuti unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Palang Merah Indonesia (PMI), relawan, organisasi kemasyarakatan, serta instansi terkait lainnya.
Dalam amanatnya, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara menyeluruh, mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.
“Oleh karena itu, kesiapan personel, peralatan, logistik, layanan kesehatan, jalur evakuasi, serta sistem komunikasi dan komando harus dipastikan berfungsi optimal untuk mendukung penanganan bencana secara cepat dan terkoordinasi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya soliditas TNI-Polri, pemerintah daerah, sukarelawan, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Menurut dia, kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentaheliks yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media menjadi salah satu upaya penting untuk memperkuat mitigasi bencana sekaligus melindungi keselamatan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh unsur terkait semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana, sehingga risiko korban jiwa dan kerugian materiil dapat diminimalkan,” kata Bupati dalam apel yang turut dihadiri Kapolresta Banyumas Kombes Pol Dhovan Oktavianton, Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Deru Saka Samosir, dan Deputi Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari.
Rangkaian apel dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan dan peralatan penanggulangan bencana untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana pendukung dalam menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan simulasi penanganan bencana guna meningkatkan koordinasi dan kemampuan petugas dalam menjalankan tugas sesuai peran masing-masing.
Selain itu, juga dilakukan pemberangkatan bantuan sosial berupa air bersih bagi warga Banyumas yang terdampak kekeringan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Kabupaten Banyumas memasuki masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan pada dasarian kedua Oktober 2026.
Awal musim hujan di wilayah Kabupaten Banyumas secara umum diprakirakan berlangsung pada dasarian kedua November, sedangkan untuk Banyumas bagian utara diprakirakan berlangsung lebih awal atau pada dasarian pertama November 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!