Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pramono Anung Putuskan Lanjutkan Turap Kali Angke dan Pelebaran Jalan Joglo

4 Rabu, 04 Nov 2026, 16:45 WIB | Oleh:
Pramono Anung Putuskan Lanjutkan Turap Kali Angke dan Pelebaran Jalan Joglo Pramono Anung Putuskan Lanjutkan Turap Kali Angke dan Pelebaran Jalan Joglo Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan melanjutkan pembangunan turap Kali Angke, normalisasi saluran, serta pelebaran Jalan Joglo Raya untuk menangani persoalan banjir dan kemacetan di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Keputusan tersebut dibahas dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang digelar di Kantor Kecamatan Kembangan, Selasa (3/11), bersama jajaran pemerintah wilayah dan perangkat daerah terkait.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan melanjutkan pembangunan turap Kali Angke, normalisasi saluran, serta pelebaran Jalan Joglo Raya untuk menangani persoalan banjir dan kemacetan di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Keputusan tersebut dibahas dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang digelar di Kantor Kecamatan Kembangan, Selasa (3/11), bersama jajaran pemerintah wilayah dan perangkat daerah terkait.

Kembangan menjadi kecamatan pertama yang dikunjungi Pramono untuk menggelar rapat terbatas secara langsung di wilayah. Melalui pendekatan tersebut, persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dibahas bersama camat, lurah, dan perangkat daerah agar penanganannya lebih cepat serta tepat sasaran.

“Di Kecamatan Kembangan ini ada tiga isu utama, yang pertama berkaitan dengan banjir, yang kedua berkaitan dengan kemacetan, perluasan jalan, yang ketiga berkaitan dengan TPS3R di Meruya Selatan,” ujar Pramono.

Dalam pembahasan penanganan banjir, Pemprov DKI Jakarta memprioritaskan kawasan Bendungan Polor–Puri Mansion di Kembangan Selatan serta Permata Buana dan Kompleks BTN di Kembangan Utara. Salah satu langkah yang dipastikan berlanjut adalah pembangunan turap atau sheet pile Kali Angke sepanjang sekitar 2.370 meter, disertai normalisasi saluran untuk meningkatkan kapasitas aliran air.

“Yang pertama, hal yang berkaitan dengan banjir dan genangan, tadi sudah diputuskan hal yang berkaitan dengan pembangunan sheet pile tetap dilanjutkan, kemudian normalisasi saluran tetap dilakukan, dan kemudian juga pelebaran Jalan Raya Joglo,” katanya.

Persoalan banjir di Kembangan sebelumnya berdampak pada permukiman warga pada Januari 2026. Saat itu, genangan melanda 10 RT di RW 001 Kembangan Selatan dan berdampak terhadap 433 keluarga atau 1.049 jiwa, dengan ketinggian air sekitar 80–100 sentimeter.

Selain pembangunan turap dan normalisasi saluran, Pemprov DKI Jakarta telah melaksanakan kegiatan Gerebek Lumpur sepanjang 10,2 kilometer pada Juli hingga Oktober 2026. Kegiatan tersebut berhasil mengangkat sekitar 700 meter kubik sedimentasi dari saluran mikro dan makro di Kecamatan Kembangan.

Sementara itu, penanganan kemacetan dilakukan melalui rencana pelebaran Jalan Joglo Raya yang menjadi salah satu akses penghubung Jakarta dan Tangerang. Kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut selama ini dipengaruhi penyempitan jalan, terutama di sekitar Jembatan Intercon dan simpang Jalan Mochtar Raya.

Pramono menyampaikan bahwa pekerjaan pelebaran jalan membutuhkan waktu sehingga penyelesaiannya tidak dapat dipastikan berlangsung pada 2027. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkirakan proses pekerjaan tersebut dapat berlanjut hingga 2028.

“Memang mungkin tidak selesai di tahun 2027 ini, untuk pelebaran dan sebagainya mungkin perlu waktu sampai dengan 2028,” ujarnya.

Selain banjir dan kemacetan, rapat terbatas tersebut membahas optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Meruya Selatan. Fasilitas ini melayani empat kelurahan, yakni Meruya Selatan, Meruya Utara, Srengseng, dan Joglo, dengan kapasitas pengolahan sekitar 7,29 ton sampah per hari.

Namun, pemanfaatan kapasitas TPS3R Meruya Selatan saat ini baru mencapai sekitar 3 ton per hari atau 41 persen. Untuk meningkatkan kinerja fasilitas, Pemprov DKI Jakarta membahas kebutuhan tambahan mesin pemilahan dan pengolahan sampah.

Optimalisasi fasilitas tersebut juga membutuhkan penguatan pemilahan sampah sejak dari sumbernya serta pengaturan pengangkutan. Langkah itu diperlukan agar kapasitas pengolahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Sejumlah upaya telah berjalan untuk mendukung pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Di antaranya pembentukan Duta Pilah Sampah di tingkat RW, pelibatan kader Dasawisma, penguatan bank sampah, serta pengembangan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Anggota DPR: Penyadapan ke Presiden Kasus Luar Biasa, Polri Harus Ungkap Siapa Aktor Utamanya

Anggota DPR: Penyadapan ke Presiden Kasus Luar Biasa, Polri Harus Ungkap Siapa Aktor Utamanya

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.