Kemenbud Targetkan 7.000 Cagar Budaya Nasional Hingga Akhir 2026

Jumat, 23 Okt 2026, 12:50 WIB

JAKARTA - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan capaian Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) selama dua tahun pemerintahan, terutama dalam pelestarian warisan budaya Indonesia. Salah satu capaian utama terlihat dari peningkatan penetapan cagar budaya nasional, warisan budaya takbenda, dan revitalisasi bangunan bersejarah.

Berdasarkan data yang disampaikannya, Indonesia telah menetapkan 1.257 cagar budaya nasional hingga periode pelaporan 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 85 penetapan pada 2025 dan 1.172 penetapan pada 2026, melampaui capaian periode sebelumnya.

Ket. Foto: Menteri Kebudayaan, Fadli Zon — Sumber: RRI/Annisa Ramadhannia

Capaian tersebut jauh melampaui catatan sebelumnya, ketika penetapan cagar budaya nasional hanya mencapai 228 objek sejak 2013-2024. Ia menargetkan jumlahnya meningkat menjadi sekitar 7.000 cagar budaya nasional hingga akhir 2026 melalui percepatan proses penetapan.

"Sejak 2013 sampai 2024, jumlah cagar budaya nasional tercatat hanya 228 objek. Sekarang, kita sudah mencapai 1.257 dan menargetkan sekitar 7.000 cagar budaya nasional pada akhir tahun," ujarnya saat menghadiri Taklimat Media: 2 Tahun Kementerian Kebudayaan, Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

Selain cagar budaya, Kemenbud menetapkan 1.064 warisan budaya takbenda Indonesia sepanjang 2025 hingga periode pelaporan 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 514 penetapan pada 2025 dan 550 penetapan pada 2026.

Proses penetapan warisan budaya takbenda membutuhkan dokumentasi, naskah akademik, riset, serta keterlibatan pelaku dan komunitas budaya setempat. Kemenbud juga merevitalisasi 104 objek cagar budaya, museum, istana, dan keraton, dengan 73 objek selesai pada 2025 dan 31 objek pada 2026.

"Kami menyiapkan kajian, riset, dokumentasi foto, video, serta melibatkan komunitas budaya dalam setiap proses penetapan. Kami ingin warisan budaya takbenda tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat," ucap dia.

Di bidang literasi sejarah, Kemenbud menyiapkan 12 buku sejarah Indonesia, termasuk satu seri yang terdiri atas 11 jilid. Sebanyak lima jilid telah selesai dan diluncurkan, sementara penyelesaian lima jilid berikutnya ditargetkan pada akhir Oktober 2026.

Kemenbud turut mendukung pelestarian Istana Dalam Loka, Rumah Tabwi, Candi, kawasan Borobudur, Trowulan, dan Keraton Solo. Kementerian memfasilitasi 201 usulan hak cipta dan mengintegrasikan 476 data warisan budaya ke pusat data kekayaan intelektual komunal.

"Pelestarian budaya tidak berhenti pada penetapan, tetapi juga mencakup perawatan, dokumentasi, dan pewarisan kepada generasi muda. Kami terus memperluas program agar semakin banyak masyarakat dan pelaku budaya memperoleh manfaat," ujar dia.

Program pewarisan budaya juga berjalan melalui Gerakan Seniman Masuk Sekolah yang melibatkan 216 sekolah di 25 pemerintah daerah. Hingga September, program tersebut menjangkau 3.521 peserta didik, meningkat dibandingkan 2.924 peserta pada 2025.

Melalui program Belajar Bersama Maestro, Kemenbud mempertemukan generasi muda dengan seniman berpengalaman untuk memperkuat keterampilan dan regenerasi talenta. Pada 2026, program ini melibatkan enam maestro dan 51 peserta terpilih melalui audisi, dengan bidang prioritas seni dan budaya. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.