Formula 1: Antonelli Harus Menang di Austin untuk Mengunci Gelar

Jumat, 23 Okt 2026, 07:20 WIB

AUSTIN, AMERIKA SERIKAT – Pembalap Italia Kimi Antonelli berpeluang mengukir sejarah sebagai juara dunia Formula 1 termuda sekaligus mengakhiri penantian Italia selama 73 tahun. Namun, pembalap Mercedes berusia 20 tahun itu harus menang dan berharap hasil para pesaing berpihak kepadanya jika ingin memastikan gelar pada Grand Prix Amerika Serikat di Austin, Minggu (25/10).

Antonelli, yang baru berusia empat tahun ketika Sebastian Vettel menjadi juara dunia termuda di usia 23 tahun bersama Red Bull tahun 2010, kini memimpin klasemen dengan keunggulan 102 poin atas rekan setimnya, George Russell.

Ket. Foto: Kimi Antonelli. — Sumber: Formula 1

Setelah balapan utama di Circuit of the Americas, tersisa maksimal 125 poin yang bisa diperebutkan. Karena itu, Antonelli harus memperlebar keunggulannya menjadi sedikitnya 126 poin untuk memastikan gelar. Kemenangan di Austin akan memberinya 25 poin, tetapi hasil tersebut belum cukup tanpa dukungan dari kegagalan para pesaingnya.

Skenario juara di Texas mengharuskan Russell finis di posisi ke-10 atau lebih buruk, sehingga tidak mendapat poin. Sementara itu, Lewis Hamilton, juara dunia tujuh kali yang kini membela Ferrari, harus finis di posisi kelima atau lebih rendah. Jika semua syarat itu terpenuhi, keunggulan Antonelli atas Russell akan bertambah menjadi 127 poin dan tak mungkin lagi terkejar dalam tiga seri tersisa.

Sebaliknya, jika Russell finis kesembilan atau lebih baik, atau Hamilton mampu menembus empat besar, kepastian gelar Antonelli kemungkinan harus tertunda hingga Grand Prix Meksiko, sepekan kemudian. Italia terakhir kali memiliki juara dunia Formula 1 pada tahun 1953 melalui Alberto Ascari.

“Saya tahu gelar sudah sangat dekat, tetapi saya harus memastikan bisa terus memberikan yang terbaik. Pola pikir saya tetap sama, yakni tampil maksimal dan berusaha menang,” ujar Antonelli setelah finis ketiga di Singapura. Hasil tersebut menjadi podium ke-14 baginya musim ini.

Wakil prinsipal Mercedes, Bradley Lord, berusaha meredam ekspektasi menjelang peluang pertama Antonelli mengunci gelar. Menurut dia, kemungkinan pebalap Italia itu memastikan juara di Austin sangat kecil.

“Kami berada dalam fase musim yang tidak nyaman karena semua orang membicarakan peluang pertama mengunci gelar. Fokus kami adalah menemukan setelan terbaik mobil dan meraih poin sebanyak mungkin,” ujar Lord.

Russell tentu memiliki misi serupa. Setelah mengalami kecelakaan pada sprint race di Singapura, dia juga harus memulai balapan utama dari posisi belakang akibat penalti penggantian mesin.

Di tengah persaingan internal Mercedes, Max Verstappen justru datang dengan momentum kuat. Juara dunia empat kali dari Red Bull itu memenangi dua balapan terakhir di Malaysia dan Singapura. Tahun lalu, Verstappen juga berjaya di Austin setelah merebut pole position.

Russell mengakui Red Bull tampil sangat kompetitif dalam beberapa seri terakhir. Verstappen kini tertinggal 119 poin dari Antonelli, tetapi mengaku ingin menikmati sisa musim tanpa terbebani persaingan gelar.

Mercedes akan membawa paket peningkatan mobil terbaru ke Austin, begitu pula McLaren yang berusaha kembali ke jalur kemenangan. Juara bertahan Lando Norris finis kedua tahun lalu, di belakang Verstappen, sedangkan Charles Leclerc dari Ferrari menempati posisi ketiga.

Direktur teknis McLaren, Rob Marshall, menilai karakter sirkuit Austin lebih cocok dengan mobil timnya. Dia berharap sejumlah pembaruan teknis dapat meningkatkan daya saing Norris dan rekan setimnya.

Selain pertarungan gelar, akhir pekan di Austin juga menghadirkan atraksi lintas disiplin. Empat pembalap MotoGP dijadwalkan melakukan demonstrasi di lintasan pada hari Sabtu, menandai kedekatan dua kejuaraan balap dunia yang sama-sama berada di bawah kepemilikan Liberty Media.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.