Bantul Jadi Pilot Project Gerakan Laut Sehat Bebas Sampah
Jumat, 23 Okt 2026, 12:30 WIBBANTULâKabupaten Bantul akan menjadi pilot project gerakan Laut Sehat Bebas Sampah (Sebasah) yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program serupa selanjutnya direncanakan digelar di 27 kawasan pantai di Indonesia untuk memperkuat pengendalian sampah yang mencemari wilayah pesisir dan laut.
Gerakan tersebut ditandai dengan Deklarasi Laut Sehat Bebas Sampah di Pantai Pandansimo, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul, Kamis (22/10). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) itu juga diisi aksi bersih pantai, penanaman cemara laut, dan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Ahmad Koswara mengatakan, persoalan sampah laut tidak dapat dilepaskan dari aktivitas di daratan. Berdasarkan data KKP, dalam setahun terdapat sekitar 20 juta ton sampah laut dengan 80 persen di antaranya berasal dari daratan, kawasan pantai, dan aktivitas pelabuhan.
Karena itu, masyarakat didorong mengendalikan sampah nonorganik dan tidak membuangnya ke aliran sungai. Sampah yang berakhir di laut tidak hanya mengganggu biota, tetapi juga berpotensi mencemari ikan melalui mikroplastik yang berasal dari sampah nonorganik.
âMelalui deklarasi, aksi bersih pantai, penanaman cemara laut, dan sosialisasi pengelolaan sampah, kegiatan ini diharapkan memperkuat kesadaran bahwa menjaga laut bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama, â tegasnya.
Menurut Koswara, Pantai Pandansimo memiliki potensi pada sektor perikanan, pariwisata, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Kebersihan kawasan pesisir menjadi salah satu faktor penting agar potensi tersebut dapat dipertahankan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sekretaris Daerah Bantul Agus Budiraharja menekankan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya untuk mencegah sampah masuk ke sungai dan kemudian bermuara di laut. Masyarakat perlu membiasakan pemilahan sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta membuang sampah pada fasilitas yang telah disediakan.
âPengelolaan sampah dari sumbernya menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah sampah terbawa aliran sungai hingga bermuara ke laut. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat, dukungan fasilitas pengelolaan sampah, dan konsistensi seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar gerakan menjaga laut dapat berlangsung secara berkelanjutan, â kata Agus.
Gerakan menjaga laut, lanjutnya, perlu diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari secara konsisten, antara lain dengan mengurangi sampah rumah tangga dan menjaga kebersihan lingkungan agar sampah tidak berakhir di sungai maupun laut.
Pelibatan pemerintah, masyarakat pesisir, pelaku usaha, dan pengunjung pantai diharapkan dapat menjaga Pantai Pandansimo tetap bersih sekaligus mempertahankan kelestarian ekosistem pesisir yang menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat Bantul.
- Bantul
- Laut Bersih
- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
- Bantul Bebas Sampah
- Kawasan Pesisir
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Start dari Posisi Ketujuh, Veda Pratama Langsung Gas Pool di Moto3 GP Indonesia
-
Nilai Ekspor Tilapia RI Tertinggi di Dunia, Tapi Pasar Eropa Baru 8,1 Persen
-
Garam Bima Naik Kelas! Sudah Halal, Kantongi BPOM dan Siap Saingi Garam Impor
-
10 Maskapai Kelas Ekonomi Terbaik di Dunia Tahun 2026 Menurut Skytrax
-
Said Iqbal Nilai RUU Ketenagakerjaan Atur Skema Upah yang Lebih Baik daripada UU Cipta Kerja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.