Terancam Punah, Kedubes Jepang di Vatikan Justru Sajikan Menu Belut untuk Para Dubes

Jumat, 09 Okt 2026, 14:47 WIB

TOKYO - Kedutaan Besar Jepang di Kota Vatikan menggelar sebuah acara pada Kamis (8/10) untuk mengenalkan metode memasak belut ala Jepang kepada para duta besar dari berbagai negara.

Pengenalan metode memasak belut itu dilakukan di tengah perdebatan mengenai regulasi perdagangan internasional terhadap spesies belut yang terancam punah.

Ket. Foto: Para diplomat dari berbagai negara menyaksikan demonstrasi memasak belut Jepang selama acara yang diadakan di kedutaan Jepang di Kota Vatikan pada 8 Oktober 2026. — Sumber: KYODO

Dalam acara tersebut, Dubes Jepang untuk Vatikan Koji Abe mengatakan belut di negaranya tidak sedang dalam risiko kepunahan. Abe menjelaskan alasan mengapa Jepang menolak regulasi tersebut.

Jin Ogata, pemilik dan koki restoran belut generasi keempat di Kitakyushu, Jepang, menyiapkan belut bakar "Kabayaki", di mana ikan tersebut dimasak dengan saus manis dan gurih.

Belut yang dibumbui dengan anggur, saus ikan, dan madu, sebagai sebuah hidangan yang diyakini telah dinikmati oleh bangsa Romawi kuno, juga disajikan dalam acara tersebut.

Pada Desember tahun lalu, Uni Eropa dan Panama mengusulkan peraturan terhadap semua spesies belut untuk dibahas dalam konferensi para pihak Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah, yang dikenal sebagai "Konvensi Washington".

Namun, usulan itu ditolak karena mendapat penolakan dari Jepang.

Dalam acara Kedubes Jepang di Vatikan itu, Dubes Hungaria untuk Vatikan Peter Kveck mengatakan dia mencicipi belut Kabayaki untuk pertama kalinya dan menilai metode memasak tersebut sangat baik dan sehat.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.