'El Clasico', Saatnya Madrid Unjuk Kekuatan

Jumat, 23 Okt 2026, 06:52 WIB

BARCELONA – Dalam beberapa el clasico, Real Madrid mulai sering kalah dari Barcelona. Kini ada kesempatan bangkit bagi Madrid agar tidak terus berada di bawah bayang-bayang Barca. Madrid bisa memanfaatkan kondisi psikologis usai Barca dipecundangi PSG di Liga Champions.

Di sisi lain, Barcelona memiliki kesempatan memperkokoh dominasi La Liga dan memperlebar jarak dari Real Madrid. Kedua rival akan bertemu dalam el clasico pertama musim 2026-2027 di Stadion Spotify Camp Nou, Senin (26/10) dini hari WIB. Dengan selisih enam poin di klasemen, pertandingan pekan ke-10 ini berpotensi menjadi titik penting dalam perburuan gelar, meski kompetisi masih berada pada fase awal.

Ket. Foto: Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, berebut bola dengan gelandang Barcelona, Pedri, dan Pablo Gavi, dalam pertandinganLiga Spanyol antara FC Barcelona lawan Real Madrid CF di Stadion Camp Nou, Barcelona, ​​pada 10 Mei 2026. — Sumber: Josep LAGO / AFP

Barcelona asuhan Hansi Flick memimpin klasemen dengan 27 poin setelah menyapu bersih sembilan pertandingan. Sebaliknya, Madrid menempati peringkat ketiga dengan 21 poin setelah kehilangan angka dalam dua laga tandang kontra Real Betis dan Atletico Madrid. Kemenangan akan memperkokoh posisi Barcelona. Sedangkan kekalahan berisiko membuat Madrid semakin tertinggal dari rival utamanya.

Bagi Barcelona, el clasico menjadi ujian konsistensi setelah awal musim yang sempurna. Sementara itu, Madrid membutuhkan kemenangan untuk membuktikan bahwa mereka masih mampu bersaing dalam perebutan gelar. Tekanan terhadap tim tamu semakin besar karena mereka harus bermain di kandang rival.

Flick menghadapi pertandingan ini setelah Barcelona kalah 2-4 dari Paris Saint-Germain di di Liga Champions tengah pekan ini. Hasil tersebut menjadi peringatan bagi pendekatan menyerang yang mengandalkan penguasaan bola dan tekanan tinggi. Pelatih asal Jerman itu harus memastikan kelemahan yang terlihat dalam laga tersebut tidak kembali muncul ketika menghadapi serangan balik Madrid.

Rodri dipersiapkan untuk memperkuat keseimbangan lini tengah setelah menit bermainnya dibatasi di pertandingan tengah pekan. Kehadirannya diharapkan membantu Barcelona mengendalikan tempo sekaligus memutus serangan lawan sebelum berkembang menjadi ancaman. Namun, tuan rumah kehilangan Dani Olmo yang mengalami cedera otot adduktor kiri.

“Jadwal musim ini memang sangat brutal dan menguras tenaga, namun pertandingan seperti El Clásico menuntut setiap elemen tim berada di puncak performa psikologis serta fisik,” ujar Flick dalam konferensi pers menjelang pertandingan. Flick menegaskan kekuatan Barcelona bertumpu pada kolektivitas.

Tanpa Olmo, Fermín López berpeluang mengisi posisi gelandang serang untuk menghubungkan lini tengah dengan barisan depan. Pergerakan Lamine Yamal dan Raphinha di kedua sayap akan menjadi bagian penting dari upaya tuan rumah membongkar pertahanan Madrid.

Di kubu seberang, José Mourinho kembali ke Camp Nou sebagai pelatih Madrid dengan tekanan besar. Absennya Vinícius Júnior akibat sanksi larangan bertanding mengurangi pilihan serangan Los Blancos, terutama dalam mengeksploitasi ruang melalui kecepatan dan kemampuan duel individu. Persiapan mereka juga lebih singkat satu hari dibandingkan Barcelona.

Mourinho berusaha meredam keraguan terhadap tim asuhannya dengan menegaskan bahwa Madrid terbiasa menghadapi tekanan. Dia mengakui kehilangan Vinícius merupakan kerugian taktis, tetapi tetap mengandalkan pemain seperti Kylian Mbappé dan Jude Bellingham untuk menentukan hasil pertandingan.

“Barcelona saat ini memang menikmati momen yang sangat bagus, tetapi di sepak bola tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan. Kami tidak bertolak ke Camp Nou untuk sekadar bertahan. Target tunggal kami adalah poin penuh,” ujar Mourinho.

Pragmatis

Secara taktis, pertandingan ini akan mempertemukan tekanan tinggi Barcelona dengan pendekatan Madrid yang berpotensi lebih pragmatis. Flick diperkirakan mempertahankan formasi 4-2-3-1, di mana Rodri dan Pedri sebagai pengatur permainan. Barcelona perlu mengedarkan bola secara cepat untuk membuka ruang, tetapi juga harus menjaga kedisiplinan agar tidak mudah dihukum melalui transisi lawan.

Mourinho kemungkinan mengandalkan pertahanan kompak dan serangan balik cepat. Federico Valverde, Arda Güler, dan Bellingham berpeluang menjadi penghubung menuju Mbappé yang memiliki kecepatan untuk menyerang ruang di belakang pertahanan Barcelona. Strategi tersebut dapat efektif jika Madrid mampu merebut bola dan melancarkan serangan sebelum tuan rumah kembali membentuk pertahanan. ben/G-1

Perkiraan Formasi

Barcelona 4-2-3-1

Garcia

Espart, Cubarsí, Martín, Cancelo

Rodri, Pedri

Yamal, López, Gordon

Raphinha.

Real Madrid 4-2-3-1

Courtois

Dumfries, Konaté, Huijsen, Cucurella

Tchouaméni, Güler

Valverde, Bellingham, Diomande

Mbappé.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.