KAI Rilis Infrastruktur Sepuluh Terowongan Kereta Api Tertua di Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026, 11:55 WIBJAKARTA - Sepuluh terowongan kereta api tertua di Pulau Jawa dan Sumatra mulai dibangun sejak tahun 1879. PT Kereta Api Indonesia (KAI) merilis data infrastruktur itu di Jakarta pada Rabu (21/10).
Terowongan Lampegan di wilayah Cianjur menjadi lintasan kereta api tertua dengan panjang historis mencapai 686 meter. Sementara itu, Terowongan Sasaksaat di Jawa Barat mencatatkan bentang terpanjang yang menembus bukit sejauh 949 meter.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan sejarah pembangunan terowongan kereta api di Indonesia. Pembangunan Terowongan Ijo Lama sepanjang 580 meter di Kebumen mendukung mobilitas ekonomi masyarakat selatan Jawa.
âKalau sekarang kita melihat kereta api melewati terowongan, mungkin yang terpikir hanya jalur yang menembus bukit. Padahal, lebih dari satu abad lalu, membangun terowongan membutuhkan proses yang sangat panjang. Ada perhitungan teknik, penggalian batuan, dan pekerjaan yang harus dilakukan dalam kondisi geografis yang sulit. Sejarah tersebut menarik untuk dipelajari karena memperlihatkan perkembangan pengetahuan dan teknologi pada zamannya,â ujar Anne.
Jalur terjal Lembah Anai di Sumatra Barat menggunakan teknologi rel bergigi untuk melintasi tanjakan curam. Terowongan Kupitan sepanjang 600 meter dibangun pada lintas Muara Kalaban menuju Padang Sibusuk guna mengangkut komoditas.
Terowongan Lubang Kalam sepanjang 828 meter mendukung pengiriman batu bara Ombilin menuju kawasan Pelabuhan Emmahaven. Jawa Timur memiliki Terowongan Garahan serta Terowongan Mrawan sepanjang 690 meter di kawasan Gunung Gumitir.
Anne menguraikan bahwa catatan sejarah infrastruktur kereta api mencakup aspek geologi hingga teknik sipil perkeretaapian. Terowongan Batulawang sepanjang 281,5 meter pada jalur Banjar menuju Cijulang saat ini sudah tidak beroperasi.
âDari terowongan di Jawa hingga jalur pertambangan bersejarah di Sumatra, kita dapat melihat bagaimana pembangunan transportasi pada masa lalu berkaitan dengan perkembangan teknologi dan ekonomi dunia. Ada pula cerita sosial yang perlu dipahami secara utuh. Kami berharap warisan perkeretaapian ini terus menjadi bahan pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal sejarah Indonesia dari berbagai sudut,â ucap Anne.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan pentingnya edukasi sejarah bagi generasi penerus bangsa. Perkeretaapian nasional telah mengarungi perjalanan panjang selama 159 tahun terhitung hingga tahun 2026 saat ini.
âSejarah perkeretaapian Indonesia menyimpan banyak pengetahuan yang masih relevan untuk dipelajari. Melalui arsip, dokumentasi, museum, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, KAI ingin membantu masyarakat mengenal perjalanan teknologi transportasi dari masa ke masa. Setiap peninggalan mempunyai cerita, dan cerita itu patut diteruskan kepada generasi berikutnya,â kata Wisnu. ils/I-1
- PT KAI
- terowongan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Mendadak 4 Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata, Ternyata karena Alasan Ini
-
Terpapar Kabut Asap, Orangutan yang Ditemukan Warga Mati Setelah Alami Gangguan Pernapasan
-
Samsat Sigi: Penerimaan PKB Capai Rp10,7 Miliar Selama Program Insentif
-
Alcaraz Merasa Segar Secara Mental Jelang Tampil di Shanghai Masters
-
Perkuat Pengawasan Muatan Berbahaya, Ditjen Perhubungan Laut Tingkatkan Kompetensi Marine Inspector
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.