Dinas Pertanian: Kemarau Panjang Ancam Pasokan Beras di Kutai Timur
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 07:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
SANGATTA – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menyebabkan penundaan musim tanam padi dan berpotensi memperbesar defisit pasokan beras di daerah ini.
“Yang kita khawatirkan adalah target produksi di bulan Januari mendatang akan jauh berkurang akibat penundaan tanam karena kemarau,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur Dyah Ratnaningrum, di Sangatta, Rabu (21/10).
Dyah mengungkapkan dari laporan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur, banyak petani padi di daerah ini belum melakukan masa tanam.
Dia mengatakan kondisi lahan yang kering dan pecah-pecah membuat musim tanam yang seharusnya dimulai pada Oktober 2026 ini mengalami penundaan.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara kebutuhan dan kemampuan produksi beras lokal. Ancaman kekurangan pasokan berpotensi semakin besar apabila penundaan musim tanam berlangsung akibat kemarau.
Berdasarkan neraca bahan pangan harian Dinas Ketahanan Pangan Kutai Timur, kebutuhan beras masyarakat mencapai 47.573 ton per tahun. Sementara produksi beras lokal baru mencapai 8.449 ton per tahun.
Dyah mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog untuk memastikan pasokan beras dari luar daerah tetap tersedia guna memenuhi kebutuhan masyarakat di sana.
“Untuk kebutuhan beras, kami terus berkoordinasi dengan Bapanas dan Bulog agar pasokan dari luar daerah tetap terjaga,” ujarnya.
Menurutnya, upaya menjaga pasokan dari luar daerah menjadi penting karena produksi beras lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kutai Timur.
“Kami juga terus mendorong peningkatan produksi pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah,” katanya lagi.
Selain menjaga pasokan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga menyiapkan langkah stabilisasi harga dan ketersediaan pangan melalui Gerakan Pasar Murah.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Desember dengan menyediakan beras dari Bulog bagi masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!