Danantara Bidik Mineral Kritis hingga AI, Peta Investasi 2027 Berubah
Kamis, 22 Okt 2026, 18:45 WIBJAKARTA â Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan memprioritaskan investasi pada tiga sektor strategis pada 2027, diantaranya mineral kritis (critical minerals), hilirisasi (downstreaming), serta infrastruktur digital termasuk pusat data dan kecerdasan buatan (AI).
Managing Director Global Relations & Communications Danantara, Pahala Mansury mengatakan Danantara tengah mengkurasi sejumlah proyek dalam pipeline investasi untuk menentukan sektor strategis untuk tahun depan yang melibatkan PT Danantara Investment Management (DIM), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pihak swasta.
âYang paling besar, dari khususnya BUMN-BUMN kita adalah di sektor critical minerals dan downstreaming. Jadi itu adalah yang cukup banyak,â kata Pahala dalam Morning Coffee Session di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10).
Selain itu, Pahala mengatakan Danantara melihat potensi investasi yang cukup besar di sektor data center dan Artificial Intelligence (AI).
Ia mengungkapkan proyek data center berpotensi difinalisasi dalam New Asia Forum (NAF) yang akan diselenggarakan pada 3-4 Desember 2026 di Bali yang menargetkan komitmen investasi hingga 30 miliar dolar AS.
Di sisi lain, Pahala mengatakan Danantara tetap membuka peluang investasi ke sektor lain pada tahun depan.
Adapun, sejumlah sektor yang turut dijajaki diantaranya ketahanan pangan (food security), energi rendah karbon (low carbon energy), energi tanpa karbon (carbonless energy), serta pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Pada sektor pendidikan, Pahala mengatakan Danantara telah berdiskusi dengan sejumlah universitas dari berbagai negara, sehingga diharapkan NAF dapat menjadi wadah untuk membahas peluang pengembangan institusi pendidikan berkelas dunia di Indonesia.
Ia menyebut upaya tersebut tidak hanya mencakup pemenuhan kebutuhan pendanaan, namun juga pengembangan pengetahuan, talenta dan aspek pendukung lainnya.
Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir menyatakan mulai membeli saham-saham di pasar modal Indonesia sejak dua hari terakhir, terutama saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seiring valuasinya saat ini yang dinilai menarik dan memiliki prospek pertumbuhan baik.
mengatakan keputusan pembelian tersebut didasarkan pada pertimbangan fundamental perusahaan serta potensi imbal hasil yang dinilai menarik dibandingkan dengan risiko investasinya.
âPer kemarin, hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami efektif, dan kita akan terus selama harganya menarik, memiliki prospek yang baik,â ujar Pandu.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pastikan Stok BBM di NTT Aman, Komut Pertamina Tinjau Langsung Daerah Gempa
-
Atasi Masalah Sampah, Pemkot Pariaman Anggarkan Rp2,1 Miliar Beli Armada Baru
-
Agar Tepat Sasaran, KKP Identifikasi Korban Gempa dari Kalangan Nelayan di NTT
-
Terdampak Kabut Asap, Pemkot Padang Terapkan PJJ bagi Siswa PAUD hingga SMP
-
Pembangunan Sekolah Rusak di Jakarta Mulai September 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.