Padat Karya Yogyakarta Serap 300 Warga, Upah Pekerja Capai Rp2,8 Juta
Selasa, 20 Okt 2026, 12:30 WIBYOGYAKARTAâSebanyak 300 warga di 10 kelurahan Kota Yogyakarta terserap sebagai tenaga kerja dalam program padat karya infrastruktur sepanjang 2026. Selain membuka kesempatan kerja dan memberikan penghasilan bagi warga, program dengan anggaran sekitar Rp2,4 miliar itu menghasilkan sejumlah infrastruktur permukiman, mulai dari paving, talud hingga saluran air.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari, mengatakan program tersebut dilaksanakan di Kelurahan Giwangan, Purbayan, Cokrodiningratan, Kricak, Tegalpanggung, Rejowinangun, Gowongan, Pringgokusuman, Patehan, dan Prawirodirjan.
Setiap lokasi melibatkan 30 pekerja yang berasal dari warga sekitar dengan masa pengerjaan selama 25 hari. Infrastruktur yang dibangun disesuaikan dengan kebutuhan wilayah, antara lain talud permukiman, pemasangan paving, cor blok, dan saluran air hujan.
âPadat karya infrastruktur merupakan salah satu upaya untuk memperluas kesempatan kerja, memberikan penghasilan sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur di lingkungan permukiman. Program ini juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat, semangat gotong royong, serta keterlibatan tenaga kerja lokal dalam membangun wilayahnya sendiri,â terang Heny.
Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Erna Nur Setyaningsih, mengatakan warga yang dilibatkan umumnya merupakan mereka yang belum memiliki pekerjaan, pekerja serabutan, maupun pekerja tidak tetap.
Setiap pekerja memperoleh upah Rp113 ribu per hari. Dengan masa kerja selama 25 hari, pendapatan yang diterima mencapai sekitar Rp2,8 juta per orang. Adapun penentuan lokasi pelaksanaan padat karya didasarkan pada usulan dari wilayah.
Selain program yang bersumber dari APBD Kota Yogyakarta, pada 2026 terdapat padat karya infrastruktur melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) DIY senilai sekitar Rp600 juta. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelurahan Keparakan, Brontokusuman, dan Pakuncen dengan melibatkan sekitar 156 pekerja.
Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menilai skema padat karya memberikan manfaat ganda karena pembangunan infrastruktur dilakukan bersamaan dengan penciptaan kesempatan kerja bagi masyarakat.
âPadat Karya bukan sekadar program membangun paving, talud, cor blok atau saluran air. Di dalam satu kegiatan, kita membangun dua hal sekaligus yaitu membangun lingkungan dan membangun kesempatan bagi masyarakat,â kata Agus saat penutupan dan peresmian padat karya infrastruktur di Tegalpanggung, Senin (19/10/2026).
Di Tegalpanggung, misalnya, pekerjaan dilakukan melalui pembangunan paving dan cor blok. Perbaikan tersebut meningkatkan kondisi akses jalan kampung sekaligus memberikan penghasilan kepada warga yang terlibat sebagai pekerja.
âItulah hakikat padat karya. Masyarakat bukan hanya menjadi penerima hasil pembangunan. Tetapi ikut bekerja, ikut membangun, dan akhirnya ikut memiliki hasilnya. Infrastruktur yang dibangun dengan anggaran publik dan tenaga masyarakat sehingga harus dipelihara bersama agar manfaatnya bertahan selama mungkin,â paparnya.
Pinitua Tuwanggana Kelurahan Tegalpanggung, Ilyas Putranta Nasution, mengatakan program tersebut membantu memperbaiki kondisi jalan kampung sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
âSangat bermanfaat untuk warga Tegalpanggung. Di samping perekonomiannya menggeliat dan banyak orang yang terserap jadi pekerja karena sistemnya padat karya menggunakan tenaga manusia. Jalan ini dulu conblock dan kondisinya sudah rusak lepas-lepas. Kini sudah dipasang paving block,â tandas Ilyas.
Hasil pembangunan infrastruktur tersebut selanjutnya diharapkan dirawat bersama oleh masyarakat agar manfaatnya dapat digunakan dalam jangka panjang.
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Akademi Pencegahan Stunting, Kompetensi ASN untuk Tekan Stunting di Kota Yogyakarta
-
Kreatif! Warga Cengkareng Ubah Ribuan Botol Plastik Bekas Jadi Perahu Unta
-
Synchronize Fest 2026 Masuki Tahun ke-11 dengan Semangat Gerakan Musik Indonesia
-
Cari Samsat Keliling Terdekat? Ini 14 Lokasi Jadetabek yang Buka Selasa
-
Tiga Wamenkeu Belum Berbagi Tugas, Kemenkeu Masih Merumuskan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.