Liga Anak Sleman Jadi Ajang Regenerasi, 500 Pesepak Bola Muda Berlaga

Selasa, 20 Okt 2026, 13:00 WIB

SLEMAN—Sekitar 500 pesepak bola usia dini dari 25 tim ambil bagian dalam Liga Anak Sleman 2026 sebagai bagian dari pembinaan dan regenerasi pemain di Kabupaten Sleman. Kompetisi kelompok umur (KU) 10 dan KU 12 tersebut berlangsung sejak 17 Oktober 2026 dan dijadwalkan berakhir sekitar 10 Januari 2027.

Ketua Askab PSSI Sleman, Denny Ardianta, mengatakan kompetisi menggunakan format setengah kompetisi. Dengan skema tersebut, seluruh tim peserta akan saling berhadapan satu kali sepanjang penyelenggaraan liga.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkab Sleman

“Diikuti 25 tim, sekitar 500-an anak, dua kelompok umur. Sistemnya setengah kompetisi. Semua tim saling bertemu,” kata Denny di Lapangan Ahmad Zaini, Sidoagung, Sleman, Minggu (18/10).

Menurut Denny, kompetisi reguler bagi pemain usia dini diperlukan agar anak-anak tidak hanya berlatih di sekolah sepak bola (SSB), tetapi juga memperoleh pengalaman bertanding dan mengembangkan kemampuan dalam atmosfer kompetitif.

“Liga Anak ini menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan berkembang, atau bermimpi, dan menjadi bagian dari ekosistem yang sehat dalam melahirkan pemain-pemain yang berkualitas. Karena sepak bola Sleman, masa depan sepak bola Sleman itu akan lahir dari mereka,” ujarnya.

Dari sekitar 500 pemain yang berlaga, tiga di antaranya merupakan pesepak bola perempuan. Mereka bergabung dan bertanding bersama tim SSB masing-masing dalam kompetisi yang mayoritas pesertanya laki-laki.

Denny menegaskan Liga Anak Sleman tidak dikhususkan bagi pemain laki-laki. SSB peserta tetap dapat menurunkan pesepak bola perempuan yang menjadi bagian dari skuad mereka.

“Dari semua peserta Liga Anak ini, mungkin ada beberapa tim yang pemainnya memang ada perempuan. Tidak semua laki-laki yang mengikuti kompetisi ini. Ada tim SSB tertentu yang pemainnya diisi oleh kuota perempuan,” ujar Denny.

Pembinaan melalui kompetisi usia dini tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai kompetisi tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membentuk disiplin, kerja sama tim, sportivitas, dan sikap menghargai lawan.

“Saya berharap Liga Anak Sleman Tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk mendorong lahirnya bibit-bibit atlet potensial yang nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Sleman khususnya Sepakbola. Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak baik Askab PSSI Sleman, jajaran sponsor dan masyarakat pecinta sepakbola yang telah mendukung majunya pembinaan sepakbola usia dini di Sleman.” ujar Harda.

Pembinaan pemain usia dini, menurut Harda, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sekolah, klub olahraga, pelatih, orang tua, dan masyarakat. Kompetisi berjenjang diharapkan menjadi bagian dari proses menyiapkan pemain potensial sekaligus membangun karakter anak melalui olahraga.

Sejumlah pemain PSS Sleman turut hadir saat pembukaan kompetisi di Lapangan Ahmad Zaini, Sidoagung, Godean, Minggu (18/10). Di antaranya Frederic Injai, Moussa Bagayoko, dan Stefan Ashkovski. Kehadiran pemain profesional tersebut dimanfaatkan untuk memberikan motivasi kepada para peserta.

“Harapannya menjadi daya tarik anak-anak, menjadi semangat anak-anak, supaya punya mimpi menjadi pemain profesional,” kata Denny.

Melalui kompetisi yang berlangsung hampir tiga bulan tersebut, pemain KU 10 dan KU 12 mendapatkan kesempatan bertanding secara reguler sekaligus menambah pengalaman kompetitif sebagai bagian dari proses regenerasi sepak bola di Sleman.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.