Merawat Jawa di Suriname, DIY Siapkan Konten Budaya Lintas Generasi

Senin, 19 Okt 2026, 16:45 WIB

YOGYAKARTA—Menurunnya ketertarikan generasi muda keturunan Indonesia di Suriname terhadap budaya leluhur mendorong penjajakan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah DIY. Salah satu skema yang disiapkan ialah menghadirkan konten budaya Jawa melalui siaran radio dan televisi di negara Amerika Selatan tersebut.

Rencana itu dibahas dalam pertemuan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Suriname Agus Priono di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (19/10).

Ket. Foto: Duta Besar RI untuk Republik Suriname Agus Priono — Sumber: Dok. Istimewa

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, Sri Sultan telah meminta jajaran Pemda DIY mendukung KBRI Suriname dalam penyediaan materi kebudayaan. Dinas Kebudayaan DIY akan dilibatkan untuk menyiapkan konten yang dapat disiarkan melalui media setempat.

“Tadi juga Bapak Gubernur minta support dari kita. Nanti kita akan siapkan bahan-bahannya melalui Bu Dian, Kepala Dinas Kebudayaan, untuk mengisi acara, baik itu di radio maupun di TV yang ada di sana,” tuturnya.

Menurut Ni Made, materi yang disiapkan perlu dikemas secara beragam dan mengikuti perkembangan zaman. Pendekatan tersebut diperlukan agar pengenalan budaya Jawa tidak terasa monoton serta mampu menarik perhatian masyarakat Suriname, terutama kalangan muda.

“Saya kira (kolaborasi/dukungan materi) dengan beraneka ragam ya, ini kan berkembang terus ya budaya itu dan tidak membosankan. Mungkin juga ini akan mempengaruhi minat masyarakat di Suriname untuk lebih mendalami budaya Jawa,” jelas Ni Made.

Duta Besar RI untuk Republik Suriname Agus Priono mengatakan, adat dan budaya Jawa hingga kini masih terpelihara di Suriname. Namun, keberlanjutannya menghadapi tantangan karena ketertarikan generasi muda untuk mengenal budaya leluhur menunjukkan kecenderungan menurun.

“Jadi saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur bahwa Alhamdulillah adat budaya Jawa itu masih lestari, masih bagus di Suriname. Namun ada tren kepeminatan untuk generasi muda itu semakin menurun. Sehingga tadi saya minta bantuan Pak Gubernur diskusi bagaimana supaya sama-sama kita mengupayakan budaya, tradisi Indonesia, utamanya Jawa itu tetap semakin lestari di Suriname,” ungkap Agus.

Menurut Agus, masyarakat keturunan Indonesia menjadi kelompok etnis terbesar ketiga di Suriname. Dari sekitar 630 ribu penduduk negara tersebut, sekitar 17 persen merupakan keturunan Indonesia dan mayoritas memiliki akar keluarga dari Jawa.

Selain pemanfaatan radio dan televisi, kerja sama kebudayaan juga dijajaki melalui misi kesenian dan keterlibatan DIY dalam Indo Fair. Agenda tahunan tersebut pada penyelenggaraan terakhir disebut dihadiri sekitar 14 ribu masyarakat Suriname.

Pendekatan terhadap generasi muda juga dilakukan dengan mengadaptasi promosi budaya Jawa ke dalam bentuk yang lebih dekat dengan keseharian mereka. Salah satunya melalui musik pop Suriname yang dipadukan dengan unsur dan nuansa Jawa.

“Kita gali dari lokal. Tapi nuansanya, semangatnya adalah promosi Indonesia, promosi Jawa di Suriname,” kata Agus.

Kolaborasi dengan DIY diharapkan dapat memperkaya materi kebudayaan yang diperkenalkan kepada masyarakat Suriname sekaligus menjembatani budaya Jawa dengan generasi muda keturunan Indonesia melalui medium yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.