Tak Mau Kalah dari China, Pabrikan Mobil Jepang Pangkas Waktu Pengembangan Model Baru

Senin, 26 Okt 2026, 00:00 WIB

TOKYO - Produsen mobil Jepang semakin gencar berupaya memangkas waktu pengembangan produk mereka untuk mengejar ketertinggalan dari pesaing asal China yang lebih cepat meluncurkan model baru ke pasar global untuk merespons perubahan permintaan konsumen.

Menurut laporan Kyodo, Toyota Motor Corp., Honda Motor Co., Nissan Motor Co., dan produsen mobil Jepang lainnya biasanya perlu waktu sekitar empat hingga lima tahun untuk mengembangkan sebuah mobil model baru.

Ket. Foto: Mobil Toyota Land Cruiser FJ yang menjadi salah satu penarik perhatian utama di anjungan grup Toyota di pameran Japan Mobility Show 2025 di Tokyo Big Sight, Tokyo, Jepang, Rabu (29/10/2025). — Sumber: Antara foto

Masa pengembangan pabrik mobil Jepang itu dua kali lipat lebih lama dibandingkan waktu yang dibutuhkan perusahaan otomotif asal China yakni hanya sekitar dua tahun.

Sebagai bagian dari langkah reformasi, Nissan berupaya memangkas waktu pengembangan kendaraan produksinya melalui strategi baru berbasis keluarga. Pabrikan mobil itu akan merancang platform bersama untuk beberapa model dengan ukuran serupa.

Sebagai contoh, Nissan akan memperpendek waktu pengembangan model mobil penumpang baru berjenis sport utility vehicle (SUV) menjadi tiga tahun dan satu bulan untuk diluncurkan di Amerika Utara pada 2028.

Selanjutnya, perusahaan itu akan menggunakan platform serupa dengan mobil SUV baru itu untuk model-model turunannya lagi. Sehingga, hal itu memungkinkan waktu pengembangan lebih pendek hingga 40 persen, yakni menjadi 2,5 tahun.

Strategi produk baru itu akan mencakup 80 persen dari penjualan global perusahaan tersebut dan diprediksi dapat mengurangi jumlah jenis suku cadang hingga 70 persen.

"Ini adalah reformasi untuk menjadi perusahaan yang responsif terhadap perubahan dan mampu menghadirkan mobil berkualitas secara tepat waktu," kata Wakil Manajer Umum di Divisi Perencanaan Produk Nissan, Hidemi Sasaki.

Sementara itu, Honda, yang sedang berupaya mencapai pemulihan setelah mencatat kerugian bersih secara tajam pada tahun fiskal lalu, telah mengenalkan pendekatan "Triple Half". Triple Half adalah strategi transformasi bisnis Honda untuk memangkas setengah dari biaya pengembangan, jangka waktu, serta beban kerja, dengan sepenuhnya memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan digital.

Berbagai Inisiatif baru itu akan dimulai dengan model-model baru yang pengembangannya akan dimulai pada 2028.

Kemudian, produsen mobil terbesar di dunia dari segi volume, Toyota, juga berupaya mengurangi variasi jenis suku cadang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Hal itu dikarenakan semakin sedikit suku cadang, maka akan meningkatkan produktivitas dan mempercepat pekerjaan pengembangan.

Dengan menamai strategi itu sebagai "Area 35", Toyota bertujuan meningkatkan pemanfaatan ruang lantai pabrik sebesar 35 persen.

Lalu, Suzuki Motor Corp. akan memangkas waktu pengembangan kendaraan menjadi sekitar dua tahun; sedangkan Mitsubishi Motors Corp. juga menargetkan penyederhanaan periode tersebut sebesar 20 persen menjadi tiga tahun pada sekitar tahun 2030.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.