Dua Pendaki Muda Asal Sidoarjo Hilang di Semeru, Motor Sewaan Ditemukan di Ladang Warga
Minggu, 08 Nov 2026, 00:00 WIBLUMAJANG â Misteri hilangnya dua pendaki muda asal Sidoarjo di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, mulai mengundang perhatian. Keduanya diketahui sudah tidak bisa dihubungi sejak 2 November 2026. Sementara sepeda motor yang mereka sewa ditemukan terparkir di ladang milik warga di sekitar kawasan pendakian.
Dilansir dari Antara, kedua pendaki tersebut masing-masing berinisial BK dan MWF. Keduanya masih berusia 19 tahun dan diduga berangkat mendaki Semeru tanpa mengikuti prosedur perizinan resmi.
Kabar hilangnya dua pemuda itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi pada Sabtu (7/11) sore. Laporan tersebut disampaikan Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Ranu Pani pada pukul 14.37 WIB.
"Kami menerima laporan kondisi membahayakan manusia terhadap dua pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Semeru, Kecamatan Ranu Pani, Kabupaten Lumajang," kata Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa dalam keterangan tertulis.
Berdasarkan informasi awal, BK dan MWF berencana melakukan pendakian pada 31 Oktober 2026. Namun, sejak 2 November sekitar pukul 21.00 WIB, komunikasi dengan keduanya terputus.
Penelusuran keberadaan kedua pemuda tersebut kemudian mengarah pada Terminal Lumajang. Pada 4 November, diketahui bahwa mereka sempat menyewa sepeda motor di lokasi tersebut untuk menuju kawasan Ranu Pani.
Pencarian pun dilakukan oleh pihak penyewa kendaraan bersama petugas RPTN Ranu Pani. Hingga akhirnya, pada 6 November sekitar pukul 13.00 WIB, sepeda motor yang digunakan kedua pendaki ditemukan di sebuah ladang milik warga di sekitar kawasan pendakian Semeru.
"Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk dalam upaya pencarian kedua pendaki," ujar Oka.
Menindaklanjuti temuan itu, Kantor SAR Banyuwangi mengerahkan tim pencarian. Tim Rescue Pos SAR Jember bergerak menuju lokasi kejadian dengan estimasi perjalanan sekitar tiga jam 26 menit.
Operasi pencarian melibatkan empat personel Tim Rescue Pos SAR Jember dan lima personel Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi. Sejumlah unsur lain turut dilibatkan, di antaranya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Polrestabes Surabaya, BPBD Kabupaten Lumajang, serta masyarakat setempat.
Untuk mendukung pencarian di medan pegunungan, tim membawa sejumlah peralatan khusus, mulai dari kendaraan operasional, drone thermal, perlengkapan mountaineering, jungle rescue, peralatan medis hingga perangkat evakuasi.
Kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan. Meski demikian, operasi tetap membutuhkan koordinasi seluruh unsur mengingat karakteristik medan Gunung Semeru yang menantang.
"Upaya pencarian akan dilaksanakan secara maksimal dengan mengedepankan koordinasi dan sinergi seluruh unsur SAR gabungan. Hingga laporan awal ini disampaikan, kedua pendaki masih berstatus dalam pencarian," kata Oka.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan pihaknya masih menunggu informasi resmi dari pengelola TNBTS terkait perkembangan kasus tersebut.
Menurutnya, keluarga kedua pendaki telah membuat laporan kehilangan di Sidoarjo. Basarnas juga sudah bergerak menuju kawasan Ranu Pani, sedangkan pihak TNBTS dikabarkan tengah menyiapkan tim pencarian.
"Pihak keluarga pendaki sudah membuat laporan kehilangan keluarga di Sidoarjo, kemudian Tim Basarnas juga sudah menuju ke lokasi Ranu Pani dan tim TNBTS juga dikabarkan menyiapkan tim pencarian, sehingga BPBD Lumajang siap membantu melakukan pencarian pendaki," ujarnya.
Hilangnya kedua pendaki ini terjadi ketika aktivitas vulkanik Semeru masih menjadi perhatian. Sehari sebelumnya, Jumat (6/11), gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami guguran awan panas sejauh sekitar 5.000 meter dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.
Berdasarkan laporan PVMBG, masyarakat diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara hingga radius 13 kilometer dari puncak. Warga juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi Sungai Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Satgas: MBG Model Prasmanan Lebih Disukai Pelajar SD di Kudus
-
Jangan Tunggu Krisis! Daerah Rawan Pangan Harus Jadi Prioritas
-
Tiongkok Turun Tangan, Thailand-Kamboja Sepakat Perkuat Gencatan Senjata Usai Konflik Mematikan
-
Pemerintah Kabupaten Sleman Berkomitmen Digitalisasi Berbagai Sektor
-
AS Roma Lawan Genoa di Stadion Olimpico
-
Seorang Pendaki Dinyatakan Hilang di Jalur Kawah Ijen
-
McLaren Awali Musim F1 2026 dengan Pendekatan Bertahan, Stella Akui Ferrari dan Mercedes Unggul
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.