• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Koleksi Fleece Uniqlo 2026...

Koleksi Fleece Uniqlo 2026 Padukan Kenyamanan, Fungsi, dan Gaya Personal

Minggu, 18 Okt 2026, 21:45 WIB

JAKARTA — Fleece tak lagi sekadar pakaian penghangat untuk cuaca dingin atau aktivitas luar ruang. Material yang dikenal ringan, lembut, dan nyaman ini kini hadir dalam beragam desain yang dapat dipadukan untuk menunjang penampilan sehari-hari.

Melalui koleksi Fleece Fall/Winter 2026, Uniqlo menghadirkan pilihan busana berbahan fleece dengan variasi siluet, tekstur, warna, dan fitur fungsional. Koleksi tersebut mencakup jaket, sweater, kaus, hingga celana jogger yang dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas sekaligus memberikan keleluasaan dalam mengekspresikan gaya personal.

Ket. Foto: Salah satu koleksi Fleece dari Uniqlo. Jenama ini menghadirkan koleksi Fleece Fall/Winter 2026 dengan beragam desain, warna, dan fitur fungsional. Anaz Siantar, Andrew White, dan Nana Mirdad menampilkan inspirasi gaya kasual hingga preppy. — Sumber: Uniqlo Indonesia

Inspirasi padu padan koleksi ini diperlihatkan oleh Anaz Siantar, Andrew White, dan Nana Mirdad. Ketiganya menampilkan interpretasi berbeda, mulai dari gaya preppy yang klasik, busana kasual dengan permainan warna, hingga teknik layering yang mengutamakan fungsi dan kenyamanan.

Dari Pakaian Outdoor ke Busana Sehari-hari

Perjalanan fleece Uniqlo dimulai pada 1994. Ketika itu, fleece lebih dikenal sebagai pakaian luar ruang dengan harga relatif tinggi. Uniqlo kemudian memperluas daya tariknya melalui produk dengan harga lebih terjangkau, termasuk jaket fleece seharga 1.900 yen pada 1998.

Pada 2000, perusahaan tersebut memperkenalkan jaket fleece dalam 50 pilihan warna. Langkah ini turut memperluas penggunaan fleece dari pakaian yang identik dengan aktivitas luar ruang menjadi pilihan busana kasual untuk keseharian.

Seiring waktu, pengembangan produk berlanjut melalui pembaruan material, fungsi, tekstur, dan potongan. Memasuki musim Fall/Winter 2026, Uniqlo menawarkan desain yang semakin beragam, termasuk jaket dua sisi atau reversible, bahan tahan angin, serta pilihan siluet yang lebih kontemporer.

Koleksi tersebut juga memperluas penggunaan fleece ke berbagai jenis pakaian. Selain jaket penghangat, tersedia kaus fleece berkerah V, sweater, dan celana jogger dengan tekstur yang berbeda. Pilihan ini memungkinkan fleece digunakan sebagai lapisan luar maupun bagian dari padu padan pakaian sehari-hari.

Variasi Desain dan Fungsi

Salah satu pilihan dalam koleksi terbaru adalah Jaket Fleece Ritsleting dengan potongan raglan yang menawarkan tampilan kasual. Sementara itu, Jaket Blouson Kerah Tegak Berlapis Fleece mengambil inspirasi dari busana luar ruang klasik melalui penggunaan warna bernuansa vintage.

Untuk tampilan yang lebih modern, Jaket Pendek Fleece mengandalkan siluet boxy yang dapat dipadukan dengan celana berpotongan lebar. Ada pula T-Shirt Fleece Rib Rajut Kerah V yang mengadaptasi desain klasik sweater berkerah V, sehingga dapat dikenakan langsung atau dipadukan dengan kemeja untuk menghasilkan gaya preppy.

Koleksi ini turut mencakup Celana Jogger Fleece dengan tekstur puffy yang memberikan dimensi pada busana kasual. Adapun Jaket Hoodie Fleece Reversible Tahan Angin menawarkan dua sisi pemakaian sekaligus perlindungan terhadap angin, sedangkan Jaket Fleece Pullover Berkancing menghadirkan alternatif dengan detail yang lebih santai.

Gaya Preppy Modern ala Anaz Siantar

Anaz Siantar menginterpretasikan koleksi fleece melalui gaya preppy yang dipadukan dengan sentuhan modern. Dalam salah satu penampilannya, ia memadukan Sweater Polo Katun Lembut bergaris dengan Celana Lebar Lurus Rapi, lalu menyampirkan Jaket Fleece Kombinasi Berlapis Pile berwarna wine di bahu.

Perpaduan motif garis, tekstur fleece, dan celana berpotongan lebar menghasilkan tampilan kasual dengan karakter yang lebih tegas. Jaket yang sama juga dapat dikenakan sebagai pakaian luar ketika cuaca lebih dingin.

Untuk tampilan yang lebih klasik, Anaz memadukan Cardigan Fleece Rileks Berlapis Pile berwarna krem dengan Kemeja Katun Kerah Tegak Lengan Panjang dan Celana Rileks Katun Volume bernuansa beige. Pilihan warna netral dan siluet longgar memberikan kesan rapi yang dapat diterapkan untuk bekerja maupun bepergian.

Ia juga menampilkan gaya smart preppy melalui T-Shirt Fleece Rib Rajut Kerah V yang dipadukan dengan Kemeja Oxford Boxy Lengan Panjang dan Jeans Barel Baggy. Kerah serta manset kemeja yang terlihat di balik atasan fleece menghadirkan unsur klasik, sedangkan denim berpotongan barel memberikan sentuhan lebih kasual.

Padu Padan Serasi Andrew White dan Nana Mirdad

Andrew White dan Nana Mirdad memperlihatkan pendekatan berbeda dalam membangun gaya berpasangan. Keduanya tidak harus mengenakan pakaian dengan model serupa, tetapi dapat menciptakan tampilan yang harmonis melalui pemilihan warna, tekstur, dan proporsi.

Andrew mengandalkan kombinasi warna hijau zaitun, abu-abu, dan beige. Jaket Fleece Ritsleting Dua Warna menjadi elemen utama yang dipadukan dengan T-Shirt Washable Milano Rib Lengan Pendek dan Celana Kerja Rileks Jersey. Kombinasi tersebut menghasilkan tampilan kasual yang tetap terlihat rapi untuk berbagai kegiatan.

Nana memilih perpaduan warna kuning mentega dan cokelat melalui T-Shirt Fleece Rib Rajut Kerah V serta Celana Barel Jersey. Kemeja Flannel Lembut Kerah Skipper Lengan Panjang yang diikat di pinggang menjadi aksen tambahan melalui permainan motif.

Pada gaya lainnya, Andrew memanfaatkan Jaket Fleece Pullover Berkancing berwarna oranye sebagai titik perhatian, lalu memadukannya dengan Celana Barel putih. Sementara itu, Nana memilih nuansa ungu dan biru melalui Jaket Fleece Kombinasi Berlapis Pile, T-Shirt Rib Kerah Henley Lengan Panjang, dan Jeans EZY Lebar Lurus.

Layering untuk Kenyamanan dan Mobilitas

Selain permainan warna, teknik layering menjadi salah satu pendekatan untuk memadukan fungsi dan gaya. Andrew mengenakan Jaket Hoodie Fleece Reversible Tahan Angin sebagai lapisan luar, dipadukan dengan Sweater Kasmir Kerah Bulat dan Jeans Barel EZY.

Pilihan tersebut menggabungkan beberapa material dan potongan berbeda, sekaligus memberikan fleksibilitas untuk beraktivitas di luar ruangan. Fitur tahan angin dan desain dua sisi juga memungkinkan jaket digunakan sesuai kebutuhan.

Nana menerapkan pendekatan serupa dengan Jaket Hoodie Fleece Reversible Tahan Angin berwarna biru, T-Shirt Fleece Rib Rajut Kerah V, dan Celana Lebar Lurus Rapi bermotif kotak. Perpaduan celana berpotongan rapi dengan jaket kasual menciptakan kontras yang menonjolkan proporsi serta detail busana.

Melalui koleksi Fleece Fall/Winter 2026, Uniqlo memperluas pilihan penggunaan fleece dalam keseharian. Variasi desain, warna, dan fitur fungsional memberikan ruang bagi konsumen untuk menyesuaikan busana dengan kebutuhan aktivitas maupun gaya personal, tanpa meninggalkan karakter utama fleece yang ringan, lembut, dan nyaman.

  • Nana Mirdad
  • Uniqlo
  • Layering Style
  • tren fashion
  • Fashion 2026
  • Koleksi Fleece
  • Fleece Fall/Winter 2026
  • Anaz Siantar
  • Andrew White
  • Fashion Kasual
  • Gaya Preppy
  • Busana Musim Dingin

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.