PU Pulihkan Sanitasi di 7 Kabupaten Terdampak Bencana Aceh, Rampung Akhir November

Minggu, 18 Okt 2026, 22:45 WIB

JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur sanitasi di tujuh kabupaten di Provinsi Aceh selesai pada akhir November 2026.

Tujuh kabupaten tersebut adalah Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bireuen, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Penanganan difokuskan pada pemulihan fungsi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) agar pelayanan persampahan kembali berjalan optimal sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan di wilayah terdampak bencana.

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur sanitasi di tujuh kabupaten di Provinsi Aceh selesai pada akhir November 2026 — Sumber: istimewa

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur jalan maupun bangunan yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan layanan dasar.

"Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar," kata Menteri Dody di Jakarta, Minggu (18/10).

Penanganan dilaksanakan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Aceh. Lingkup pekerjaannya mencakup peningkatan kapasitas landfill, pembangunan instalasi pengolahan air lindi, perbaikan jalan akses, serta pembangunan berbagai fasilitas pendukung sesuai kebutuhan masing-masing TPA.

Kepala BPBPK Aceh Tommy Permadhi mengatakan percepatan penanganan dilakukan untuk memastikan infrastruktur sanitasi yang terdampak bencana dapat kembali berfungsi dengan kapasitas yang lebih baik.

"Penanganan ini kami lakukan untuk mempercepat pemulihan layanan persampahan pascabencana. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pekerjaan di lapangan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan target, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya," ujar Tommy.

*Rincian Penanganan per Kabupaten*

Di Kabupaten Aceh Tamiang, rehabilitasi dan peningkatan TPA Kampung Durian saat ini hampir rampung. Pekerjaan meliputi penambahan satu sel landfill baru seluas 1,1 hektare, pembangunan instalasi pengolahan air lindi, serta peningkatan jalan akses sepanjang satu kilometer.

Di Kabupaten Bireuen, rehabilitasi dan rekonstruksi TPA Blang Beururu diarahkan pada peningkatan kapasitas landfill seluas 1,46 hektare, pembangunan dinding penahan tanah sepanjang 153,65 meter, dan perbaikan jalan akses sepanjang 570,26 meter.

Di Kabupaten Aceh Utara, penanganan TPA Teupin Keubeu menjadi prioritas karena fasilitas ini melayani sekitar 641 ribu jiwa di 25 kecamatan, dengan volume sampah mencapai 85 ton per hari. Pekerjaan mencakup pembangunan landfill seluas 1,2 hektare, instalasi pengolahan air lindi, serta perbaikan akses dan fasilitas pendukung.

Di Kabupaten Pidie Jaya, peningkatan kapasitas dilakukan di TPA Blang Awe melalui pembangunan sel landfill seluas 0,71 hektare pada bagian bawah dan 1,04 hektare pada bagian atas, pembangunan dinding penahan tanah sepanjang 352,64 meter, serta perbaikan jalan akses sepanjang 985,5 meter.

Di Kabupaten Aceh Tengah, penanganan TPA Uwer Tetemi meliputi peningkatan satu sel landfill seluas 0,65 hektare, pembangunan sistem pelapis kedap (liner) dan pipa air lindi, dinding penahan tanah, jalan operasional, serta instalasi pengolahan air lindi.

Di Kabupaten Aceh Tenggara, penanganan TPA Selamat Indah mencakup peningkatan satu sel landfill seluas 0,41 hektare, pembangunan sistem pengolahan air lindi, dinding penahan tanah, jalan operasional, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Sementara di Kabupaten Aceh Timur, penanganan TPA Lhok Tujoh difokuskan pada pembangunan dinding penahan tanah sepanjang 320 meter dan penataan sampah eksisting.

Kementerian PU menyebutkan pelaksanaan pekerjaan terus dipantau agar berjalan sesuai kebutuhan di lapangan dan target yang ditetapkan, dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan serta keberlanjutan fungsi infrastruktur.

Pemulihan infrastruktur sanitasi ini menjadi bagian dari upaya Kementerian PU menghadirkan perubahan yang dibuktikan melalui pembangunan nyata dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dalam semangat "2 Tahun Gerak Nyata", Kementerian PU terus mempercepat pemulihan infrastruktur dasar pascabencana agar pelayanan publik kembali optimal, lingkungan lebih terjaga, dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih baik.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.