Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penembakan Massal Terjadi di Sekolah Dasar Oregon AS, 3 Siswa dan Satu Guru Tewas

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 08:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penembakan Massal Terjadi di Sekolah Dasar Oregon AS, 3 Siswa dan Satu Guru Tewas Doc: AP
Ket. Polisi berjaga di luar Sekolah Dasar Silver Rail yang dipasangi police line sebagai lokasi penembakan, Kamis, 15 Oktober 2026 di Bend, Oregon, AS.

LOS ANGELES - Tiga anak dan satu guru tewas dalam peristiwa penembakan di sebuah sekolah dasar di negara bagian Oregon, AS pada hari Kamis (15/10), kata polisi. Pelaku seorang remaja berusia 16 tahun yang tewas ditembak seorang warga yang bersenjata.

Seorang anak dan seorang guru lainnya sedang dirawat karena luka kritis akibat penembakan di Sekolah Dasar Silver Rail di Bend, sebuah kota berpenduduk 100.000 jiwa.

Mike Krantz, kepala polisi Bend, mengatakan kepada wartawan, pihaknya pertama kali mengetahui adanya penembak aktif setelah menerima laporan dari seseorang yang ditembak beberapa kali oleh seseorang yang membawa senjata api laras panjang.

Puluhan panggilan darurat kemudian melaporkan bahwa seorang penembak telah memasuki sekolah dan semua penegak hukum di daerah tersebut dipanggil ke lokasi kejadian, kata Krantz.

Petugas tiba pukul 13.02 waktu setempat, beberapa menit setelah panggilan diterima, kata kepala polisi.

"Beberapa saat kemudian, seorang petugas melaporkan bahwa tersangka telah ditembak oleh seorang warga yang melihat tersangka memasuki sekolah dan mengejarnya ke dalam sekolah serta terlibat baku tembak dengannya," lanjut Krantz.

"Petugas kami memasuki gedung dan memastikan tersangka telah meninggal."

Petugas memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Ketiga anak yang meninggal di tempat kejadian berusia lima, delapan, dan 11 tahun, kata kepala polisi.

Seorang guru juga dinyatakan meninggal dunia.

Krantz mengatakan seorang anak berusia tujuh tahun dan seorang guru berusia 54 tahun dengan luka kritis telah dibawa oleh petugas medis ke rumah sakit setempat.

Dia mengatakan, pelaku penembakan adalah warga Bend.

Krantz menekankan, penyelidikan masih dalam tahap awal. "Pelaku penembakan telah memaksa masuk ke sekolah dengan menembak pintu yang terkunci," katanya dalam konferensi pers.

Tragedi 

Sebelumnya, juru bicara kepolisian mengatakan antara 400 hingga 450 anak bersekolah di Silver Rail Elementary, tempat lebih dari 40 staf bekerja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Rona
IAS Group Raih Apresiasi da...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.