Kota Global Sangat Memerlukan Riset dan Inovasi

Jumat, 16 Okt 2026, 11:35 WIB

JAKARTA – Jakarta yang menuju kota global bakal sangat memerlukan riset dan inovasi. “Ini dapat dilakukan dengan bekerja sama perguruan tinggi termasuk Universita Ciputra,” jelas Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

Dia menyatakan ini saat meresmikan Gedung Universitas Ciputra Jakarta sekaligus memberikan kuliah umum kepada mahasiswa di Dian Auditorium, Lantai 17, Universitas Ciputra Jakarta, Jakarta Barat, Kamis (15/10). Pramono mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta, perguruan tinggi, dan sektor swasta untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan perkotaan.

Ket. Foto: riset sangat penting — Sumber: ant

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dia mengatakan, kuliah umum ini menjadi ruang untuk berdiskusi dengan mahasiswa mengenai tantangan nyata yang dihadapi Jakarta dalam perjalanannya menuju kota global.

Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pemerataan kesempatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, pembangunan Jakarta tidak cukup mengandalkan infrastruktur fisik, tetapi juga harus membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Karena itu, pengembangan transportasi, penataan ruang publik, dan integrasi kawasan perlu diarahkan untuk memperlancar mobilitas sekaligus menciptakan peluang ekonomi, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Di bidang pendidikan, Pemprov Jakarta terus memberikan dukungan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan belajar agar keterbatasan ekonomi tidak menghambat generasi muda dalam melanjutkan pendidikan.

Gubernur Pramono juga menyoroti pentingnya inovasi pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal. Menurutnya, keterlibatan sektor swasta dan perguruan tinggi dapat memperkuat upaya pemerintah dalam mencari solusi pembangunan, sepanjang dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan mengutamakan kepentingan publik.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga menjadi pusat riset dan pengembangan solusi bagi persoalan kota. Gubernur Pramono menilai kontribusi akademisi dan mahasiswa diperlukan untuk menghadirkan gagasan yang dapat diterapkan, terutama di sektor transportasi, pengelolaan sampah, dan ekonomi kreatif.

Ia berharap kehadiran Gedung Universitas Ciputra Jakarta dapat memperluas ruang pembelajaran, penelitian, dan pengembangan inovasi sekaligus mendorong kontribusi generasi muda dalam pembangunan. Dia berharap gedung ini menjadi ruang lahirnya generasi unggul, gagasan inovatif, dan kontribusi nyata bagi pembangunan Jakarta dan Indonesia.

Sementara itu, Managing Director Ciputra, Harun Hajadi, menyampaikan bahwa kehadiran Universitas Ciputra Jakarta merupakan bagian dari komitmen Ciputra Group dan Yayasan Ciputra Pendidikan untuk memperluas kontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Jakarta.

“Sudah sejak lama kami mempunyai keinginan untuk dapat memberikan kontribusi dalam pendidikan tinggi di Jakarta, namun kesempatan tersebut baru kami peroleh sekarang. Karena itu, hari ini bukan hanya tentang peresmian sebuah gedung baru, hari ini adalah dimulainya sebuah komitmen baru dari Ciputra Group dan Yayasan Ciputra Pendidikan,” ujar Harun.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.