Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonom Ingatkan Risiko Pembiayaan Hijau Mandek, Ekonomi Riil Harus Kebagian Manfaat

8 Jumat, 16 Okt 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonom Ingatkan Risiko Pembiayaan Hijau Mandek, Ekonomi Riil Harus Kebagian Manfaat Ekonom Ingatkan Risiko Pembiayaan Hijau Mandek, Ekonomi Riil Harus Kebagian Manfaat Doc: ANTARA/ Sulthony Hasanuddin.
Ket. Ilustrasi-Pekerja memanen basil di Ladang Farm, Cilandak, Jakarta.

JAKARTA – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman menilai pemerintah perlu memastikan komitmen pembiayaan transisi hijau yang dibahas dalam rangkaian pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia dapat direalisasikan menjadi investasi produktif.

Rizal mengatakan pemerintah perlu memprioritaskan penyelesaian berbagai hambatan investasi, mulai dari lemahnya kesiapan proyek, ketidakpastian regulasi, hingga tingginya risiko pembiayaan.

“Pascapertemuan IMF–World Bank, pemerintah harus memastikan komitmen pembiayaan hijau bertransformasi menjadi investasi produktif, bukan sekadar capaian diplomasi,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (16/10).

Menurut dia, tantangan dalam mempercepat transisi hijau tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan sumber pendanaan, tetapi juga kemampuan pemerintah menyiapkan proyek yang layak secara finansial dan menarik bagi investor.

Karena itu, pemerintah perlu mempercepat pengembangan proyek-proyek hijau, khususnya di sektor energi terbarukan, infrastruktur kelistrikan, dan industri rendah karbon melalui perbaikan iklim investasi serta kepastian regulasi.

Ia mencontohkan pelaksanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) yang menunjukkan masih adanya kesenjangan antara komitmen pembiayaan internasional dan realisasi pendanaan di lapangan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah dinilai perlu memperkuat skema pembiayaan campuran (blended finance), menyediakan instrumen penjaminan risiko, serta meningkatkan keterlibatan modal swasta dalam pembiayaan transisi energi.

Langkah tersebut juga perlu dirancang dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal agar percepatan investasi hijau tidak menambah tekanan terhadap keuangan negara.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan kerja sama pembiayaan hijau tidak cukup diukur berdasarkan besarnya komitmen pendanaan yang diumumkan dalam forum internasional.

Evaluasi juga harus mempertimbangkan realisasi investasi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah industri, serta penurunan emisi karbon.

“Tanpa reformasi struktural, pembiayaan hijau berisiko besar dalam komitmen, tetapi minim kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Gempa M5,7 Mengguncang Jepa...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.