Seniman Indonesia-Pasifik Bangun Kolaborasi Budaya di Yogyakarta
Kamis, 15 Okt 2026, 18:15 WIBYOGYAKARTAâPertemuan seniman Indonesia dengan negara-negara Pasifik menjadi ruang untuk memperkuat diplomasi budaya melalui pertukaran pengetahuan hingga penciptaan karya bersama. Kedekatan masyarakat kepulauan yang telah terbentuk selama berabad-abad tersebut kembali diterjemahkan melalui musik dan eksplorasi material dalam IndonesiaâPacific Cultural Connect 2026 di Yogyakarta.
Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari itu melibatkan 17 seniman dari delapan negara Pasifik serta 30 seniman dari sembilan provinsi di Indonesia. Seniman, budayawan, dan kurator mengeksplorasi keragaman tradisi untuk menghasilkan karya kolaboratif.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan hubungan budaya antara Indonesia dan negara-negara Pasifik telah terbentuk sejak lama melalui tradisi maritim, pertukaran pengetahuan, serta interaksi masyarakat di kawasan kepulauan.
âKami menyadari bahwa laut tidak pernah memisahkan kita. Laut selalu menghubungkan rakyat, budaya, dan peradaban kita,â ungkap Fadli dalam penutupan IndonesiaâPacific Cultural Connect 2026 di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Rabu (14/10).
Menurut Fadli, diplomasi budaya tidak sebatas memperkenalkan tradisi kepada masyarakat internasional. Pertukaran pengetahuan, penguatan komunitas, dan persahabatan yang berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antarnegara melalui kebudayaan.
Kolaborasi para peserta antara lain diwujudkan melalui musik serta eksplorasi kreatif menggunakan bambu dan material berbasis kelapa. Dalam bidang musik, seniman mengeksplorasi pertemuan gamelan dengan tradisi musikal Pasifik untuk melahirkan ekspresi artistik baru.
Sementara itu, bambu dan kelapa dipilih sebagai bagian dari eksplorasi karena kedua material tersebut memiliki kedekatan dengan kehidupan sehari-hari, lingkungan, serta tradisi masyarakat kepulauan.
Fadli menilai ruang kolaborasi juga perlu memberikan manfaat bagi pelaku budaya sekaligus masyarakat yang menjadi pemilik tradisi. Pengembangan kebudayaan, menurutnya, harus tetap menempatkan komunitas sebagai bagian penting dalam proses tersebut.
âTugas kami adalah menciptakan peluang bagi para pelaku budaya untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan kehidupan mereka, dan berpartisipasi lebih jauh dalam ekonomi budaya, sambil memastikan komunitas pemilik tradisi tetap menjadi bagian utama dari perkembangannya,â jelasnya.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antara seniman Indonesia dan negara-negara Pasifik. Menurut dia, para seniman mampu mempertemukan beragam tradisi menjadi karya dan pertunjukan dalam waktu relatif singkat.
âCuma 10 hari bisa menunjukkan atraksi seperti ini. Menurut saya keren dan itu menunjukkan bahwa kemampuan seni, budaya, kreasi Kota Yogyakarta, seniman-senimannya, kuratornya sangat mumpuni,â ujar Hasto.
Hasto juga mengapresiasi Kementerian Kebudayaan RI yang memilih Yogyakarta sebagai ruang berlangsungnya kolaborasi budaya lintas negara tersebut.
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Bapanas Genjot KDKMP Jadi Saluran Beras Murah, Harga Tetap Mengacu Zonasi
-
Posyandu DIY Kini Tangani Enam Bidang Pelayanan Dasar Masyarakat
-
Infinix XBOOK 14 NEO Resmi Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp7,99 Juta
-
Midea Celest Inverter AC Berteknologi AI dengan Fitur Pendinginan Cepat dan Pembersihan Otomatis
-
BEI Gaspol! Seluruh Anggota Bursa Siap Terapkan Harga Saham Terendah Rp1
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.