Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sampah Lapas Kupang Disulap Jadi Cuan, Napi Diajari Bikin Kerajinan Hingga Pupuk

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 17:22 WIB | Oleh:
Sampah Lapas Kupang Disulap Jadi Cuan, Napi Diajari Bikin Kerajinan Hingga Pupuk Doc: ANTARA/HO-Lapas Kelas IIA Kupang
Ket. Kepala Lapas Kelas IIA Kupang Wawan Irawan (tengah) bersama Direktur Politani Negeri Kupang Johanis A. Jermias (kiri) dan Direktur Bank Sampah Mutiara Timor Meilsi Anita Mansula usai penandatanganan kerja sama pengelolaan sampah di Kupang, NTT, Kamis (15/10/2026).

KUPANG - Lapas Kelas IIA Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkolaborasi dengan Politani Negeri Kupang dan Bank Sampah Mutiara Timor untuk mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membekali warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan mandiri.

“Selama ini sampah seringkali hanya dikumpulkan lalu dibuang. Padahal, sampah organik dapat kita manfaatkan menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik dapat dipilah untuk didaur ulang atau diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Inilah yang ingin kita bangun di Lapas Kupang,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Kupang Wawan Irawan di Kupang, Kamis (15/10).

Ia menjelaskan kolaborasi bersama Politani Kupang dan Bank Sampah Mutiara Timor mengedepankan pengelolaan sampah yang lebih terukur, terstruktur, dan berorientasi pada pemanfaatan kembali sampah agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Selain itu, juga untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan warga binaan dalam mengolah sampah organik dan anorganik sebagai bekal kemandirian setelah kembali ke masyarakat.

Wawan menjelaskan Lapas Kupang mulai menerapkan pemilahan sampah melalui penyediaan tempat sampah berdasarkan jenisnya di setiap blok hunian.

Selain itu, Lapas Kupang telah menyiapkan lubang pengolahan sampah organik sebagai langkah awal pemanfaatan sampah menjadi kompos.

Di sisi lain, sampah plastik juga mulai dimanfaatkan menjadi produk kerajinan, seperti bunga hias, yang dapat dipasarkan, sehingga memberikan nilai tambah dari bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

“Melalui kerja sama ini, saya berharap warga binaan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai pengolahan sampah yang benar. Pembinaan tidak hanya tentang bagaimana mereka menjalani masa pidana, tetapi juga bagaimana mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Direktur Politani Negeri Kupang Johanis A. Jermias mengatakan pengelolaan sampah organik dapat dikembangkan menjadi bagian dari siklus pertanian berkelanjutan, terutama melalui produksi pupuk organik untuk mendukung kegiatan budi daya tanaman.

Menurut dia, Politani Negeri Kupang memiliki kompetensi di bidang pertanian, termasuk pengelolaan lahan kering yang relevan dengan karakteristik wilayah NTT. Politani juga memiliki fasilitas Teaching Factory yang mengelola sampah organik menjadi pupuk organik.

Johanis menyampaikan kesiapan institusinya untuk berkontribusi melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman, termasuk mendukung peningkatan keterampilan warga binaan dalam pengolahan sampah organik.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menghasilkan praktik pengelolaan sampah yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung kegiatan produktif di Lapas Kupang.

Sementara itu, Direktur Bank Sampah Mutiara Timor, Meilsi Anita Mansula mengapresiasi langkah Lapas Kupang yang mulai membangun sistem pengelolaan sampah secara lebih serius dan terarah.

Meilsi juga membuka peluang pendampingan bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Gubernur DKI Siapkan Beasis...

BMKG Prediksi Terjadinya Peningkatan Hari Panas

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Prediksi Terjadinya Pe...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.