- Home
-
- Luar Negeri
-
- Musk Tegaskan Pembatasan S...
Musk Tegaskan Pembatasan Starshield untuk Ukraina Ada di Tangan Pemerintah AS
Kamis, 15 Okt 2026, 06:30 WIBWashington â Bos SpaceX Elon Musk mengatakan pada Rabu (14/10) bahwa setiap gangguan yang dilaporkan Ukraina dalam penggunaan sistem komunikasi satelit Starshield merupakan tanggung jawab pemerintah Amerika Serikat (AS), bukan perusahaannya.
"Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah AS. Setiap pembatasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh POTUS (Presiden AS)," kata Musk, merujuk kepada Presiden AS Donald Trump.
Musk membedakan sistem Starshield, yang diandalkan Ukraina untuk komunikasi di medan perang, dengan sistem satelit sipil Starlink. Ukraina juga menggunakan Starlink, tetapi sistem tersebut tidak diizinkan untuk operasi ofensif. Kedua sistem itu dirancang oleh perusahaan milik Musk, SpaceX.
Musk menanggapi unggahan mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov di platform X. Fedorov mengatakan bahwa "konektivitas Starlink dengan kecepatan hingga 160 km/jam sedang dipulihkan", tetapi "penghapusan sepenuhnya batas kecepatan Starshield kini sangat penting bagi pertahanan Ukraina".
Fedorov kemudian berterima kasih kepada Musk atas "dukungan berkelanjutannya".
Pejabat pertahanan Ukraina menduga Washington berada di balik penurunan kecepatan yang dilaporkan terjadi pada sejumlah terminal internet. Perangkat tersebut membantu militer Ukraina menyerang wilayah yang diduduki Rusia dan mengoperasikan drone pencegat.
Ukraina juga menuduh AS membantu skarena tidak memperingatkan Kyiv mengenai serangan rudal yang akan datang. Kyiv dilaporkan dihantam rudal balistik selama dua malam berturut-turut sebelum sirene serangan udara berbunyi untuk memperingatkan warga agar mencari perlindungan.
Trump, yang menghadapi pemilihan paruh waktu penting bulan depan dengan harga bahan bakar menjadi salah satu isu utama, menyalahkan serangan Ukraina terhadap kilang minyak Russia atas tertekannya pasokan dan kenaikan harga bahan bakar di stasiun pengisian.
Seorang pejabat senior di Kyiv membenarkan bahwa dalam beberapa hari terakhir AS telah mengancam akan menghentikan pemberian informasi intelijen mengenai peluncuran rudal Russia, yang digunakan Ukraina untuk menggagalkan serangan.
Trump membantah telah melakukan hal tersebut pada Selasa (13/10).
- Elon Musk
- Satelit Starlink
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Elon Musk akan Pimpin Komisi Perang AS, Pejabat Pentagon Beri Peringatan
-
Korsel Tolak Rem Kemajuan AI
-
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Perluas Akses Kerja lewat Program Penyaluran
-
Kemarau Melanda, Pemkab Bekasi Kerahkan Pompa Air untuk Lahan Pertanian
-
BMKG Jayapura Catat 1.862 Titik Api Terdeteksi di Tanah Papua.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.