Kabut Asap Mulai Mengganggu Persiapan Ujian Tengah Semester di Batam

Kamis, 15 Okt 2026, 12:37 WIB

BATAM – Kebakaran hutan mengacaukan sudut-sudut kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Saat ini persiapan UTS mulai terganggu. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyebut pelaksanaan ujian tengah semester (UTS) bagi siswa akan menyesuaikan kondisi kualitas udara dan kemungkinan setelah kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung secara tatap muka.

Kepala Disdik Kota Batam Hendri Arulan berharap kualitas udara segera membaik, sehingga siswa dapat kembali bersekolah dan mengikuti ujian tengah semester. 

Ket. Foto: gangguan karhutla — Sumber: ist

“Kalau soal UTS itu saya rasa nanti lah, mudah-mudahan setelah mereka kembali masuk, mereka bisa melaksanakan UTS, ” kata Hendri saat dikonfirmasi di Batam, Kamis.

Ia menjelaskan apabila siswa belum dapat mengikuti ujian karena kondisi udara yang tidak sehat, guru tetap dapat mempertimbangkan hasil proses pembelajaran selama semester berjalan untuk memberikan penilaian.

Namun, pelaksanaan UTS tetap akan melihat perkembangan situasi, terutama karena paparan asap yang berisiko terhadap kesehatan siswa.

Hendri mengatakan Disdik Batam telah menerbitkan surat edaran pada 7 Oktober 2026, untuk menerapkan pembelajaran dari rumah (BDR) bagi satuan pendidikan negeri maupun swasta, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Kebijakan tersebut diambil, karena kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi kualitas udara Dinas Lingkungan Hidup, indeks kualitas udara sempat berada di kisaran 130-132 saat kebijakan BDR diterbitkan, dan saat ini meningkat.

Data pemantauan menunjukkan indeks kualitas udara Batam sempat mencapai 211 pada siang hingga sore hari pada 14 Oktober. Pada hari ini, 15 Oktober pukul 10.00 WIB, indeks tersebut tercatat berada di angka 129.

“Saya dapat informasi bahwa di puskesmas,  infeksi saluran pernapasan akut (Ispa) meningkat,” tambah dia.

Terkait indikator yang dipakai Disdik untuk menetapkan pembelajaran tatap muka agar diberlakukan kembali, Hendri mengatakan terus melakukan monitoring terhadap kualitas udara.

“Kalau seandainya (angka indeks kualitas udara) memang turun, sudah di bawah 100 lah, minimal 100. Nanti kita akan surati lagi, kita edarkan, belajar tatap muka akan kita lakukan kembali,” kata dia.

Ia berharap hujan dapat membantu memperbaiki kualitas udara dan mengurangi asap yang menyelimuti Batam.

“Kita lebih memperhatikan kesehatan anak-anak. Jangan sampai kondisi kesehatan ini membahayakan mereka nantinya,” ujarnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.