Malang Siang Ini Bakal Alami Hari Tanpa Bayangan, Matahari Tepat di Atas Kepala Pukul 11.15 WIB

Rabu, 14 Okt 2026, 00:00 WIB

MALANG — Fenomena hari tanpa bayangan diperkirakan menyapa Kota Malang, Jawa Timur, pada Rabu (14/10) sekitar pukul 11.15 WIB. Peristiwa astronomis ini membuat bayangan benda yang berdiri tegak terlihat sangat pendek, seolah-olah menghilang ketika Matahari berada hampir tepat di atas kepala.

Fenomena yang dikenal sebagai kulminasi utama tersebut merupakan peristiwa alam rutin akibat pergerakan semu tahunan Matahari. Pada waktu tertentu, posisi Matahari mencapai titik tertinggi dalam lintasan hariannya sehingga bayangan benda di permukaan Bumi tampak berada tepat di bawah benda atau sangat dekat dengannya.

Ket. Foto: Fenomena hari tanpa bayangan ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengamati salah satu peristiwa astronomis yang terjadi secara alami setiap tahun. — Sumber: Istimewa

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang, Linda Fitrotul, menjelaskan bahwa fenomena ini berlangsung singkat, hanya dalam hitungan menit. Karena itu, masyarakat yang ingin mengamatinya perlu memperhatikan waktu kejadian yang diperkirakan.

Kulminasi utama di sejumlah wilayah Jawa Timur pada 2026 berlangsung secara bertahap pada 11–14 Oktober. Malang diperkirakan mengalami fenomena tersebut pada Rabu, 14 Oktober, sekitar pukul 11.15 WIB.

Meski disebut hari tanpa bayangan, bukan berarti seluruh bayangan benar-benar lenyap. Bayangan benda tegak dapat terlihat sangat pendek dan berada tepat di bawah benda, bergantung pada bentuk benda, kondisi permukaan, serta posisi pengamat.

BMKG menegaskan bahwa kulminasi merupakan fenomena astronomis biasa dan tidak dengan sendirinya menyebabkan kenaikan suhu udara secara drastis. Meski demikian, masyarakat tetap perlu mewaspadai paparan sinar Matahari saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Cuaca terik dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat panas, terutama bagi orang yang beraktivitas dalam waktu lama di bawah sinar Matahari langsung.

Masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan cairan, menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila suhu terasa menyengat.

Fenomena hari tanpa bayangan ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengamati salah satu peristiwa astronomis yang terjadi secara alami setiap tahun. Namun, waktu kemunculannya berbeda-beda di setiap wilayah karena dipengaruhi letak geografis masing-masing daerah.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.