Inter Milan Incar Kebangkitan di Liga Champions, Club Brugge Siap Mengancam

Selasa, 13 Okt 2026, 07:00 WIB

MILAN — Inter Milan menghadapi ujian penting saat menjamu Club Brugge dalam lanjutan Liga Champions, Rabu (14/10) dini hari WIB. Sama-sama mengincar poin pertama setelah gagal meraih hasil positif pada pertandingan pembuka, kedua tim membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang melangkah ke fase gugur.

Bagi Inter, laga di Stadion San Siro bukan sekadar kesempatan mengamankan tiga poin. Nerazzurri juga dituntut membuktikan bahwa mereka masih memiliki mentalitas dan kualitas untuk bersaing di level tertinggi Eropa setelah melewati periode mengecewakan.

Ket. Foto: Ilustrasi pemain Inter Milan. — Sumber: Inter Milan

Klub raksasa Italia itu, yang telah tiga kali menjuarai Piala Champions Eropa, mengalami kemerosotan pada Liga Champions musim lalu. Setelah dua kali menjadi runner-up dalam tiga musim terakhir, Inter hanya finis di posisi ke-10 fase liga sebelum tersingkir secara mengejutkan oleh Bodo/Glimt pada babak gugur.

Awal musim ini pun belum memberikan jawaban yang dibutuhkan. Inter kalah 1-2 dari Real Madrid di Santiago Bernabeu, meski mampu mendominasi penguasaan bola. Kelemahan dalam mengantisipasi serangan balik membuat tim asuhan Cristian Chivu harus pulang tanpa poin.

Kekalahan itu memperpanjang catatan buruk Inter menjadi enam kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir di Liga Champions. Mereka bahkan terancam menelan empat kekalahan beruntun di kompetisi elite Eropa, sesuatu yang belum pernah terjadi dalam sejarah klub.

Situasi tersebut membuat kemenangan atas Club Brugge semakin penting. Inter membutuhkan hasil positif untuk mengembalikan kepercayaan diri sekaligus membuktikan bahwa performa mereka di kompetisi domestik dapat diterjemahkan ke panggung Eropa.

Meski tersendat di Liga Champions, Inter justru tampil meyakinkan di Serie A. Setelah merebut gelar liga dan Piala Italia musim lalu, mereka kembali menunjukkan konsistensi dalam persaingan domestik.

Inter telah melewati sejumlah pertandingan berat, termasuk duel lima gol melawan Napoli, kemenangan melalui kebangkitan dramatis atas Udinese, hasil imbang melawan AS Roma, serta kemenangan meyakinkan 3-0 atas Parma pada Sabtu.

Dari rangkaian pertandingan tersebut, Inter hanya kehilangan dua poin. Catatan itu menjadi modal penting bagi Chivu untuk membangkitkan timnya di tengah tekanan kompetisi Eropa.

Namun, pekerjaan rumah mereka belum selesai. Inter juga tiga kali menelan kekalahan kandang di Liga Champions musim lalu. Karena itu, bermain di San Siro tidak otomatis menjamin kemenangan.

Ketajaman lini depan dan kemampuan menjaga keseimbangan pertahanan akan menjadi faktor penentu. Inter harus mampu memaksimalkan peluang tanpa memberikan ruang bagi Club Brugge untuk melancarkan serangan balik.

Club Brugge datang ke Milan dengan catatan tandang yang kurang meyakinkan. Musim lalu, wakil Belgia tersebut hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan tandang di Liga Champions sebelum disingkirkan Atletico Madrid dengan kekalahan 1-4 di ibu kota Spanyol.

Rekor mereka ketika bermain di Italia juga tidak mengesankan. Dalam sembilan kunjungan terakhir ke Negeri Pizza, Club Brugge hanya sekali meraih kemenangan.

Meski demikian, klub berjuluk Blauw-Zwart itu tetap memiliki alasan untuk percaya diri. Mereka berhasil menembus fase gugur dalam tiga penampilan terakhir di Liga Champions dan kembali membidik pencapaian serupa musim ini.

Kekalahan 2-3 dari Aston Villa pada pertandingan pembuka memang menjadi pukulan. Hasil tersebut juga memperpanjang tren buruk pertahanan Club Brugge, yang kebobolan sedikitnya tiga gol dalam tujuh dari sembilan pertandingan terakhir mereka di kompetisi Eropa.

Pelatih Ivan Leko harus segera membenahi masalah tersebut jika ingin membawa pulang hasil positif dari San Siro.

Kabar baiknya, Club Brugge menunjukkan respons kuat di kompetisi domestik. Mereka memenangi tiga pertandingan berturut-turut melawan Genk, Antwerp, dan La Louviere, dengan total 10 gol yang dicetak.

Juara bertahan Liga Belgia itu kini berada di posisi kedua Pro League, tepat di belakang Gent yang belum terkalahkan.

Produktivitas tersebut menjadi peringatan bagi Inter. Jika pertahanan tuan rumah kembali kehilangan konsentrasi, Club Brugge memiliki potensi untuk memberikan kejutan.

Lautaro Martinez Dituntut Kembali Tajam

Salah satu sorotan utama berada pada Lautaro Martinez. Kapten Inter tersebut belum mencetak gol dalam enam pertandingan terakhirnya di Liga Champions, setelah sebelumnya membukukan 12 gol dalam 11 penampilan.

Chivu memiliki beberapa pilihan untuk mendampingi penyerang Argentina itu. Marcus Thuram, Ange Bonny, dan Pio Esposito bersaing mendapatkan tempat di lini depan.

Kehadiran Thuram dapat memberikan kekuatan fisik dan kecepatan, sedangkan Lautaro diharapkan kembali menjadi penyelesai serangan. Inter membutuhkan kontribusi maksimal keduanya untuk membongkar pertahanan Club Brugge.

Di kubu tamu, Aleksandar Stankovic berpeluang menghadapi mantan klubnya. Ia sebelumnya mencatatkan sembilan gol dalam 55 penampilan bersama Club Brugge musim lalu.

Pertandingan ini juga menghadirkan cerita tersendiri bagi Yann Sommer. Kiper Club Brugge tersebut pernah membukukan 15 clean sheet dalam tiga musim tampil di Liga Champions bersama Inter sebelum pindah ke Belgia pada musim panas.

Sommer mengenal karakter permainan dan sejumlah pemain mantan klubnya. Pengalaman tersebut berpotensi menjadi keuntungan bagi Club Brugge ketika menghadapi tekanan tuan rumah.

Hugo Vetlesen dan Nicolo Tresoldi, yang sama-sama mencetak gol melawan Aston Villa, diperkirakan kembali menjadi andalan bersama kapten Hans Vanaken.

Perkiraan Susunan Pemain

Inter Milan (3-5-2): J. Martinez; Bisseck, Akanji, Bastoni; Diouf, Barella, Stankovic, Zielinski, Dimarco; Thuram, Lautaro Martinez.

Club Brugge (4-2-3-1): Sommer; Sabbe, Mechele, Lee, Seys; Potts, Vanaken; Forbs, Vetlesen, Vergili; Tresoldi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.