UMKM Kreatif Butuh Modal, Bukan Sekadar Panggung
Jumat, 30 Okt 2026, 21:15 WIBJAKARTA â Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong pengembangan usaha serta menjaga keberlanjutan perputaran ekonomi kreatif di daerah.
Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kemenekraf Mohammed Ali Berawi mengatakan, kesiapan kapasitas dan tata kelola bisnis menjadi faktor penting bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperoleh akses pendanaan dari lembaga keuangan maupun investor.
âPelaku ekonomi kreatif perlu siap secara kapasitas dan tata kelola agar dapat mengakses pendanaan dan pembiayaan yang tepat. Creative Hub juga kami dorong menjadi ruang kolaborasi yang menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif di daerah,â ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (30/10).
Upaya tersebut dilakukan melalui program Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN) yang digelar di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Program ini membekali 50 pegiat ekonomi kreatif dengan pengetahuan mengenai akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), manajemen keuangan digital, legalitas usaha, hingga penguatan model bisnis berbasis teknologi.
Melalui CreaFIN, Kemenekraf mendorong pelaku usaha agar memiliki pengelolaan bisnis yang lebih profesional dan memenuhi aspek kelayakan pembiayaan atau bankable. Dengan demikian, pelaku UMKM diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh tambahan modal guna meningkatkan kapasitas dan mengembangkan skala usaha.
Penguatan akses pembiayaan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi kreatif, terutama bagi pelaku usaha daerah yang masih menghadapi keterbatasan modal dan tata kelola bisnis.
Kemudahan memperoleh pendanaan diharapkan dapat mendukung pengembangan produk, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan kemampuan usaha dalam memenuhi permintaan pasar.
Dalam pelaksanaannya, peserta juga mendapatkan pengalaman kewirausahaan dari Rosalina Sitanggang, pemilik Tiara Bakery, serta materi pengelolaan keuangan dan pembiayaan industri kreatif dari Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun Franky Fernandus Purba menyambut pelaksanaan program tersebut.
"Kami berharap CreaFIN dapat membuka akses lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif Simalungun sekaligus memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan," kata Franky.
CreaFIN merupakan bagian dari program unggulan Aktivasi Creative Hub yang mengoptimalkan ruang kreatif daerah sebagai pusat pengembangan kapasitas, kolaborasi, dan jejaring bisnis. Sebelum dilaksanakan di Simalungun, program serupa telah digelar di Kabupaten Samosir dan Kota Bogor.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga perbankan, Kemenekraf berharap semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang memiliki kesiapan mengakses pembiayaan.
Penguatan kapasitas usaha tersebut diharapkan turut mendorong pertumbuhan UMKM, memperluas aktivitas ekonomi daerah, dan menjaga kontribusi subsektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional.
- Kemenekraf
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PSG Incar Celah Pertahanan Barcelona
-
Perkuat Potensi Ekonomi, Kemenekraf Bahas Rencana Indonesia Tuan Rumah Year of Creativity 2027
-
Puluhan Tahun Mangkrak Dijejali Sedimentasi, Pemkab Bekasi Keruk 16 KM Kali CBL Pakai Puluhan Alat Berat
-
Tidak Simpel, Liga Putri Indonesia Begitu Banyak Pertandingan?
-
Bongkar Rekam Jejak Aryanto Wibowo, Sosok Kepercayaan Prabowo Pengawal Uang Negara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.