Bahan-bahan Lokal Dimanfaatkan untuk Mengolah Air Gambut
Selasa, 13 Okt 2026, 00:10 WIBPALANGKA RAYA â Para pelajar SMAN 3 Palangka Raya sukses melakukan inovasi mengolah air gambut menggunakan bahan-bahan lokal. Hasil penelitian para siswa dipaparkan di depan anggota DPD asal Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang.Â
Teras Narang bangga dengan penelitian dan inovasi pelajar SMAN 3 Palangka Raya, melalui pure-peat filter atau penyaring air gambut menggunakan bahan-bahan lokal untuk meningkatkan kualitas air. Hasil ini akan dilombakan dalam ajang âLomba Peneliti Belia 2026â di Universitas Indonesia.
Adapun pelajar SMAN3 Palangka Raya yang meneliti adalah Geovan Marvellino sebagai ketua, bersama Chintya Putri Jasmine, Gladys Nathazia Ananda Debint, Katherine Allusia Handra, Marsel U dan Raelynn Telabang Narang. Mereka didampingi guru pembimbing Robintang Sitorus saat bertemu Teras Narang.
Sementara itu, penelitian para pelajar yang diberi nama pure-peat filter itu merupakan sistem penyaringan yang dirancang untuk menjernihkan air gambut, sekaligus meningkatkan tingkat keasaman atau pH air menggunakan material yang tersedia di Kalimantan Tengah. Bahan penyaring yang digunakan meliputi tanaman purun, arang dari limbah kayu, pasir Tangkiling, pasir Sungai Kahayan, serta kerikil.
Pemanfaatan bahan-bahan lokal tersebut menjadi salah satu keunggulan inovasi karena berpotensi dikembangkan sebagai teknologi pengolahan air yang lebih mudah diterapkan di wilayah gambut.
Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian laboratorium yang disampaikan tim, alat tersebut mampu meningkatkan pH air gambut dari 4,0 menjadi 6,5, sedangkan tingkat kejernihan air dilaporkan meningkat hingga 60 persen.
Hasil tersebut menunjukkan potensi PURE-PEAT FILTER sebagai teknologi alternatif pengolahan air gambut. Namun, pengujian lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan air hasil penyaringan sebelum digunakan sebagai air konsumsi.
Teras Narang menilai, penelitian para pelajar SMAN3 Palangka Raya tersebut memiliki relevansi dengan kondisi geografis Kalimantan Tengah yang memiliki kawasan gambut cukup luas dan menghadapi tantangan penyediaan air bersih.
Menurut dia, inovasi yang dikembangkan para pelajar menunjukkan penelitian sejak usia sekolah dapat diarahkan untuk menghasilkan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
- Lahan Gambut
- Tata Kelola Air Gambut
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Wali Kota Bandung Minta Perizinan Harus Dorong Investasi dan Lapangan Kerja
-
Kelok 23 JJLS Dibuka untuk Uji Coba, Hubungkan Bantul–Gunungkidul
-
Iran Bakal Makin Terkucil, Peru Memutuskan Hubungan Diplomatik
-
Pelatih Singapura Akui Timnas Indonesia Tampil Sangat Bagus di Laga Perdana FIFA ASEAN Cup
-
BMKG Imbau Warga Sumatera Utara Waspada Hujan Lebat Sepekan Ke Depan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.