- Home
-
- Luar Negeri
-
- Baku Tembak Tiga Jam, Dela...
Baku Tembak Tiga Jam, Delapan Orang Tewas dalam Penangkapan Tiga Terduga Penyerang Gereja di Yordania
Senin, 26 Okt 2026, 15:38 WIBÂ AMMAN â Pelarian tiga terduga pelaku serangan bersenjata di sebuah gereja Ortodoks Yunani di Yordania berakhir setelah pasukan keamanan menemukan persembunyian mereka di sebuah rumah kosong. Ketiganya ditangkap dalam operasi yang diwarnai baku tembak selama sekitar tiga jam, Senin (26/10).
Ketiga tersangka mengalami luka-luka setelah menolak menyerah dan menyerang petugas keamanan. Salah seorang di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis akibat luka yang dideritanya dalam konfrontasi tersebut.
Penangkapan itu mengakhiri pencarian intensif selama beberapa hari setelah serangan di sebuah gereja di Desa Hamoud, Provinsi Karak, Jumat (23/10). Serangan tersebut menewaskan delapan orang dan menyebabkan 40 lainnya terluka.
Direktorat Keamanan Publik Yordania menyatakan, ketiga tersangka ditemukan bersembunyi di sebuah rumah kosong di Desa Al-Jadeeda, wilayah Karak. Ketika petugas mendatangi lokasi, mereka menolak menyerah dan justru menyerang pasukan keamanan.
Petugas kemudian membalas tembakan hingga melukai dan menangkap ketiganya. Tidak ada korban jiwa dari pihak keamanan dalam operasi tersebut.
Seorang sumber pemerintah Yordania kepada Al Jazeera mengatakan, para tersangka mengalami luka serius selama bentrokan. Salah seorang di antaranya berada dalam kondisi kritis setelah konfrontasi yang berlangsung sekitar tiga jam.
Kantor berita pemerintah Petra melaporkan, petugas juga menemukan senjata api dan amunisi aktif di lokasi persembunyian para tersangka.
Dalam pernyataannya, Direktorat Keamanan Publik menegaskan tidak ada tempat bagi terorisme di Yordania. Namun, pihak berwenang belum mengungkap kelompok yang diduga berada di balik serangan tersebut.
Menteri Komunikasi Pemerintah Mohammad Momani turut memuji operasi gabungan aparat keamanan. Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X pada Senin pagi, ia membenarkan bahwa ketiga tersangka terluka dan ditahan setelah menolak menyerah.
Serangan saat upacara pemakaman
Serangan yang memicu perburuan para tersangka terjadi pada Jumat, ketika tiga pria bersenjata melepaskan tembakan dalam sebuah upacara pemakaman di gereja Ortodoks Yunani di Desa Hamoud, Provinsi Karak.
Lokasi tersebut berada sekitar 120 kilometer di barat daya Amman, ibu kota Yordania.
Menurut data Kementerian Kesehatan Yordania, serangan itu menewaskan delapan orang dan melukai 40 lainnya. Hingga Senin, sebanyak 27 korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Direktur Rumah Sakit Militer Pangeran Ali di Kota Karak mengatakan, salah seorang korban masih berada dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi.
Serangan tersebut mengguncang Karak, wilayah yang menjadi tempat tinggal banyak anggota komunitas Kristen Yordania. Jumlah umat Kristen di negara itu diperkirakan mencapai 300.000 orang dari total populasi sekitar 11,5 juta jiwa.
Raja Abdullah perintahkan evaluasi keamanan
Raja Abdullah II mengecam serangan tersebut dan menyatakan para pelakunya akan menghadapi hukuman terberat. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta memerintahkan peninjauan prosedur keamanan nasional menyusul insiden itu.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Mazen al-Faraya mengatakan pemerintah sedang menelusuri faktor-faktor yang menyebabkan sebagian anak muda terjerumus ke dalam kekerasan.
Pihak berwenang, menurut dia, akan meminta pertanggungjawaban setiap orang yang terbukti terlibat dalam serangan tersebut.
Penangkapan ketiga tersangka menjadi perkembangan penting dalam penyelidikan, tetapi motif penyerangan dan kemungkinan keterlibatan pihak lain masih belum dijelaskan secara terbuka oleh otoritas Yordania.
Penyelidikan selanjutnya diharapkan dapat mengungkap alasan serangan yang menargetkan sebuah gereja saat berlangsungnya upacara pemakaman, sekaligus memastikan apakah terdapat jaringan atau pihak lain yang mendukung aksi tersebut.
- Kontraterorisme
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: M. Selamet Susanto
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.