- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dua Helikopter Tabrakan Sa...
Dua Helikopter Tabrakan Saat Hendak Mendarat di Area Gunung Everest Nepal, Satu Orang Tewas
Selasa, 03 Nov 2026, 13:37 WIBKATHMANDU - Dua helikopter bertabrakan dan jatuh saat mencoba mendarat di wilayah Everest, Nepal, Selasa (3/11), menewaskan seorang warga negara asing dan melukai satu orang lainnya, kata polisi.
Helikopter-helikopter kecil itu bertabrakan saat keduanya hendak mendarat di lokasi bersalju di distrik Solukhumbu.
Menurut Kantor Polisi Distrik Solukhumbu, helikopter-helikopter yang dioperasikan oleh Fishtail Air dan Air Dynasty tersebut bertabrakan sekitar pukul 08.11 pagi.
"Seorang warga asing tewas di tempat kejadian, dan satu orang lainnya yang terluka telah dibawa ke rumah sakit," kata Nabin Raja Budhathoki, yang bertanggung jawab atas Kepolisian Distrik Solukhumbu, kepada AFP. Dia tidak memberikan detail lebih lanjut.
Kathmandhu Post mengutip Inspektur Polisi Mausam Tamang menyebutkan, korban meninggal diidentifikasi sebagai Vasanth Kumar Balaramaramadu, seorang warga negara India yang bepergian dengan helikopter Fishtail Air.
Shailesh Krishna Patel, warga negara Selandia Baru keturunan India yang juga berada di helikopter yang sama, mengalami cedera dalam tabrakan tersebut. Ia diterbangkan ke Rumah Sakit Mediciti di Kathmandu menggunakan helikopter Prabhu, kata Tamang.
Kedua pilot mengalami cedera ringan dan juga dibawa ke Kathmandu untuk perawatan lebih lanjut.
Polisi mengatakan jenazah turis India yang meninggal dunia telah dibawa ke rumah sakit di Lukla.
Jumlah penumpang di dalam kedua helikopter pada saat tabrakan terjadi masih belum dapat dipastikan. Polisi mengatakan mereka sedang mengumpulkan detail lebih lanjut tentang insiden tersebut.
Nepal adalah rumah bagi delapan dari 14 gunung tertinggi di dunia, termasuk Gunung Everest. Ribuan pendaki dan trekker asing mendatangi negara ini setiap tahunnya.
Helikopter kecil banyak digunakan di negara Himalaya ini untuk mengangkut wisatawan, pendaki, dan perbekalan, serta untuk melakukan evakuasi darurat.
Medan yang menantang dan kondisi cuaca yang berubah dengan cepat di negara ini membuat operasi penerbangan menjadi sangat berbahaya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Lee Jae-myung Resmi Umumkan Pencalonan Diri untuk Pilpres Korsel
-
Kabakaran Hutan Tak Terkendali, Trump Kritik Kanada
-
DPUPKP Sleman Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur di Kawasan Rusak Berat
-
Dua Juta Pemudik Diprediksi Masuk Bantul pada Momen Lebaran 2025
-
Denver Nuggets Pecat Michael Malone Jelang Playoff
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.