PBNU Dorong Polri Berantas Narkoba dan Benahi Pelayanan Publik
📅 Senin, 12 Okt 2026, 18:02 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mendorong kepolisian memperkuat pemberantasan narkoba sekaligus membenahi pelayanan publik dan penegakan hukum. Ia menilai kedua upaya tersebut perlu berjalan beriringan untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman narkoba dan berbagai persoalan sosial.
Gus Ipul menyoroti operasi pemberantasan narkoba di sejumlah wilayah, termasuk Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat, pada 9 Oktober 2026. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi anak-anak muda dari penyalahgunaan narkoba yang dapat berdampak buruk terhadap kehidupan keluarga dan masa depan bangsa.
Ia menegaskan, pemberantasan narkoba tidak boleh dilakukan hanya melalui operasi penindakan sesaat, tetapi harus menjadi upaya berkelanjutan. Selain menindak peredaran narkoba, pencegahan juga perlu diperkuat agar masyarakat semakin memahami risiko penyalahgunaan barang terlarang tersebut.
Gus Ipul menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas upaya pencegahan. Pesantren, sekolah, tokoh agama, dan keluarga dapat berperan memberikan edukasi sekaligus membangun lingkungan yang mendukung generasi muda agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba.
Di sisi lain, Gus Ipul menyambut positif agenda transformasi Polri yang mencakup peningkatan akuntabilitas, transparansi pelayanan publik, dan profesionalisme aparat. Ia berharap pembenahan tersebut dapat mendorong perbaikan dalam pelaksanaan tugas kepolisian serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Menurutnya, pemberantasan narkoba dan penyelesaian berbagai persoalan sosial membutuhkan pendekatan yang lebih luas daripada penegakan hukum semata. Kerja sama lintas sektor diperlukan agar pencegahan, penanganan, dan pendampingan terhadap masyarakat dapat berjalan secara lebih efektif.
Sebagai organisasi yang memiliki jaringan pesantren dan ulama di berbagai daerah, PBNU menyatakan siap berkolaborasi dalam upaya melindungi masyarakat dari pengaruh negatif narkoba. Keterlibatan jaringan keagamaan tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi dan mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap keselamatan generasi muda.
Selain narkoba, Gus Ipul turut menyoroti judi online sebagai ancaman sosial yang perlu mendapat perhatian bersama. Ia memandang perlindungan anak-anak dan generasi muda perlu melibatkan keluarga, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, tokoh agama, serta aparat penegak hukum.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan ketika masalah sudah terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan sejak dini. Edukasi yang berkelanjutan dan lingkungan sosial yang positif menjadi bagian penting untuk membantu generasi muda menjauhi perilaku berisiko.
Dalam hal reformasi kepolisian, peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi perhatian. Transparansi dan akuntabilitas diharapkan dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang profesional sehingga masyarakat dapat merasakan perbaikan secara langsung.
Gus Ipul berharap upaya pemberantasan narkoba dan transformasi Polri menghasilkan perubahan nyata, baik dalam pelaksanaan kebijakan maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mendorong kerja sama yang berkelanjutan antara kepolisian, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!