Pasar Cermati Defisit APBN 2026 - 12 Oktober 2026
Senin, 12 Okt 2026, 07:38 WIBJAKARTA â Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif awal pekan ini karena dipengaruhi kombinasi sentimen domesÂtik dan global.
Dari dalam negeri, pelaku pasar fokus pada pengelolaan anggaran pemerintah, sedangkan dari mancaÂnegara, perhatian mereka tertuju data ekonomi di Amerika Serikat (AS).
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi melihat investor terus memperhatikan perkembangan deÂfisit APBN 2026 yang hingga September lalu mencapai 1,24 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Di sisi lain, pasar juga mencermati perkembangan ekonomi AS.
Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhaÂdap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (12/10), bergera fluktuatif di kisaran 17.780 - 18.060 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Jumat (9/10), ditutup menguat 26 poin atau 0,09 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.899 ruÂpiah per dollar AS.
âPenguatan rupiah dipengaruhi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan September yang masih berada di level optimistis,â ujar Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), MuÂhammad Amru Syifa di Jakarta.
Amru menambahkan survei konsumen Bank Indonesia (BI) yang dirilis pada 8 Oktober lalu menunjukkan IKK SepÂtember berada di level 118,1, turun dari 118,5 pada bulan seÂbelumnya.
Meskipun sedikit melemah, indeks tersebut masih berada di zona optimistis karena di atas 100.
- dollar AS
- Kurs Rupiah
- APBN 2026
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.