Liga Champions: Sama-Sama Kalah di Laga Pembuka, Villarreal dan Napoli Bidik Poin Perdana

Senin, 12 Okt 2026, 07:00 WIB

VILLARREAL — Villarreal dan Napoli akan berhadapan dalam laga (matchday) kedua Liga Champions di Estadio de la Ceramica, Rabu (14/10) dini hari WIB. Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan setelah mengawali kompetisi musim ini dengan kekalahan.

Kegagalan menembus fase gugur pada musim lalu membuat kedua klub bertekad memperbaiki pencapaian. Namun, langkah awal mereka kembali tersendat. Kini, Villarreal dan Napoli dituntut segera bangkit agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan menuju babak berikutnya.

Ket. Foto: Ilustrasi selebrasi pemain Napoli. — Sumber: UEFA

Bagi Villarreal, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk mengakhiri catatan buruk di kompetisi elite Eropa tersebut. Tim berjuluk Kapal Selam Kuning itu belum meraih kemenangan dalam 12 pertandingan terakhirnya di Liga Champions, dengan 10 di antaranya berakhir dengan kekalahan.

Pada pertandingan pembuka musim ini, Villarreal takluk 2-3 dari Borussia Dortmund di Jerman. Hasil tersebut memperpanjang rentetan negatif mereka setelah hanya menempati peringkat ke-35 dari 36 tim pada fase liga musim lalu.

Situasi itu membuat perjuangan Villarreal untuk lolos ke fase gugur musim ini semakin berat. Selain menghadapi Napoli, mereka masih harus meladeni lawan-lawan tangguh seperti Liverpool dan Paris Saint-Germain, juara dua kali kompetisi tersebut.

Kekalahan dari Napoli juga berpotensi menciptakan rekor buruk baru. Villarreal bisa menjadi klub Spanyol pertama yang menelan delapan kekalahan beruntun di Piala Champions Eropa atau Liga Champions. Rekor saat ini adalah tujuh kekalahan berturut-turut, yang juga mereka pegang.

Pelatih Inigo Perez mulai mendapatkan sedikit kelegaan setelah timnya meraih dua kemenangan beruntun di La Liga sebelum jeda internasional. Namun, momentum itu kembali terganggu ketika Villarreal kalah dari Real Madrid yang bermain dengan 10 pemain pada Sabtu. Hasil tersebut membuat mereka masih berkutat di papan tengah klasemen.

Napoli datang ke Spanyol dengan kondisi yang relatif membaik di kompetisi domestik, meski performa mereka di Eropa belum meyakinkan.

Pada pertandingan pertama Liga Champions musim ini, Napoli kalah dari Arsenal. Padahal, klub Italia itu bermain di kandang sendiri. Penampilan mereka bahkan menghasilkan expected goals (xG) hanya 0,22, angka terendah di antara seluruh tim pada matchday pertama.

Skuad asuhan Massimiliano Allegri tersebut juga hanya mencatatkan delapan sentuhan di kotak penalti lawan. Statistik itu menggambarkan betapa terbatasnya ancaman Napoli ketika menghadapi juara Premier League tersebut.

Allegri, yang menggantikan Antonio Conte, masih berusaha meyakinkan para pengkritiknya. Namun, hasil positif di Serie A mulai meredakan tekanan terhadap pelatih tersebut.

Sebelum jeda internasional, Napoli mengalahkan Bologna dan bermain imbang saat bertandang ke markas Fiorentina. Mereka kemudian melanjutkan tren positif dengan kemenangan 3-0 atas Frosinone pada hari Sabtu.

Kevin De Bruyne menjadi bintang dalam pertandingan tersebut dengan mencetak dua gol di Stadion Diego Armando Maradona. Salah satu gol tercipta setelah Rasmus Hojlund gagal mengeksekusi penalti pada kesempatan pertama dan harus mengulang tendangannya.

Meski demikian, Napoli masih memiliki pekerjaan rumah besar saat bermain di luar kandang, terutama di kompetisi Eropa. Mereka belum memenangi enam pertandingan tandang terakhir di Liga Champions dan kalah dalam lima di antaranya.

Catatan tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika menghadapi Villarreal, yang membutuhkan kemenangan untuk mengakhiri rentetan hasil buruk di Eropa.

Secara historis, Napoli pernah dua kali mengalahkan Villarreal pada Liga Champions musim 2011-2012. Kedua kemenangan itu juga masih menjadi satu-satunya kemenangan Napoli atas klub Spanyol di kompetisi elite Eropa.

Villarreal dipastikan kehilangan mantan pemain sayap Inter Milan, Tajon Buchanan, yang masih mengalami cedera hamstring. Nicolas Pepe juga diragukan tampil karena masalah pada mata.

Perez harus menentukan pilihan di lini depan antara Ayoze Perez, Georges Mikautadze, dan Tani Oluwaseyi. Ketiganya belum menunjukkan performa terbaik musim ini. Gelandang asal Senegal, Pape Gueye, justru menjadi pencetak gol terbanyak Villarreal di La Liga dengan tiga gol.

Di kubu Napoli, Rafa Marin dan Frank Anguissa berpeluang kembali ke Estadio de la Ceramica. Keduanya pernah menjalani masa peminjaman di Villarreal.

Namun, Anguissa belum tentu siap bermain setelah absen dalam beberapa pertandingan akibat cedera paha. Napoli juga diperkirakan kehilangan Alisson Santos, Alessandro Buongiorno, Mathias Olivera, Antonio Vergara, dan Costantino Favasuli.

Kabar positif datang dari Scott McTominay yang kembali bermain pada akhir pekan setelah menjalani operasi jantung ringan. Kiper Alex Meret juga kembali tampil setelah pulih dari masalah kebugaran.

Di lini depan, Hojlund diharapkan kembali menemukan ketajamannya di Liga Champions. Penyerang asal Denmark itu sempat mencetak tujuh gol dalam delapan penampilan pertamanya di kompetisi tersebut, tetapi kemudian hanya mampu mencetak gol dalam satu dari enam pertandingan berikutnya.

Perkiraan susunan pemain

Villarreal (4-2-3-1): Gulacsi; Mourino, Navarro, Veiga, Cardona; Comesana, Gueye; Akhomach, Moleiro, Perez; Mikautadze.

Napoli (3-4-2-1): Meret; Marin, Rrahmani, Badiashile; Di Lorenzo, Lobotka, McTominay, Spinazzola; Neres, De Bruyne; Hojlund.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.