Tur Eropa dengan Persiapan Mepet

Senin, 12 Okt 2026, 07:08 WIB

JAKARTA - Tim bulu tangkis Indonesia berpacu dengan waktu untuk mematangkan persiapan menghadapi rangkaian tur Eropa yang dimulai pekan ini. Menjaga kebugaran, menyelaraskan pola permainan, dan meningkatkan konsistensi menjadi fokus utama para pemain dalam tiga turnamen beruntun.

Rangkaian tur dibuka melalui Denmark Open 2026 di Odense, 13-18 Oktober. Kemudian, dilanjutkan French Open 20-25 Oktober. Tur ditutup Hylo Open 27 Oktober hingga 1 November. Padatnya agenda menuntut para pemain mampu menjaga kondisi fisik sekaligus beradaptasi dengan intensitas pertandingan.

Ket. Foto: Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Muhammad Shohibul Fikri (kiri) dan Fajar Alfian mengembalikan kok dalam ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, Aichi, Jepang. — Sumber: PP PBSI

Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, mengakui waktu persiapan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, serta Joaquin hanya sekitar satu pekan lebih setelah tampil di Asian Games. Karena itu, prioritas utama adalah mempertahankan kebugaran agar tetap stabil sepanjang tur.

“Persiapan Fajar/Fikri dan Leo/Daniel serta Joaquin usai Asian Games kan hanya satu pekan lebih. Semoga kondisi fisiknya bisa stabil,” ujar Antonius. Meski waktu persiapan terbatas, dia optimistis para pemain mampu bersaing karena sudah memiliki bekal teknik dan pengalaman menghadapi jadwal turnamen yang padat.

“Waktunya memang mepet, tetapi teknik mereka kan sudah bagus dan terbiasa dengan kondisi jadwal turnamen yang padat. Jadi, mereka pasti tetap bisa memberikan yang terbaik,” katanya.

Antonius juga menaruh harapan kepada pasangan muda Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan. Denmark Open menjadi kesempatan bagi mereka menguji kemampuan di level BWF World Tour Super 750. Keduanya diharapkan tampil tanpa beban dan mampu mengimbangi pasangan-pasangan berpengalaman.

Dari sektor ganda putri, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi memanfaatkan waktu sekitar 10 hari untuk kembali menyelaraskan permainan. Siti Fadia yang baru memperkuat Indonesia di Asian Games mengaku perlu mematangkan kembali pola permainan bersama Tiwi setelah hampir dua pekan tidak berlatih bersama.

“Perlu menyesuaikan pola permainan lagi, mematangkan pola permainan lagi,” ujar Siti Fadia. Siti Fadia/Tiwi juga membidik kebangkitan setelah hasil kurang memuaskan di Jepang dan Tiongkok. Selain berusaha menampilkan permainan terbaik, mereka ingin mengumpulkan poin penting untuk persiapan menuju kualifikasi Olimpiade.

Sementara itu, tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya wakil Merah Putih di nomor tersebut pada Denmark Open. Dia akan menghadapi Supanida Katethong dari Thailand pada babak 32 besar.

Rekor pertemuan menjadi tantangan tersendiri bagi Putri. Dari enam duel sebelumnya, Supanida unggul 4-2. Pada pertemuan terakhir di Swiss Open 2026, Putri kalah 11-21, 15-21. Namun, dia pernah mengalahkan Supanida 21-13, 21-11 di All England 2025.

Dengan persiapan yang relatif singkat, konsistensi permainan dan kemampuan menjaga kebugaran akan menjadi kunci bagi wakil Indonesia. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.