Pemetaan Fasilitas Kesehatan dengan Wilayah Terdekat Warga

Sabtu, 10 Okt 2026, 23:07 WIB

Banda Aceh - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melakukan pemetaan kembali fasilitas kesehatan di wilayahnya agar masyarakat dapat dengan mudah untuk berobat.

"Penataan tersebut bertujuan agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan di Puskesmas terdekat, walaupun berada di luar wilayah administrasi kecamatan," kata Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Sabtu.

Ket. Foto: Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga berdialog dengan keluarga warga yang sedang di rawat. — Sumber: Antara

Dalam kunjungan di Puskesmas Atu Lintang, ia sepakat untuk penyesuaian faskes bagi masyarakat di sejumlah kampung yang selama ini terkendala jarak dan kondisi medan apabila harus berobat ke puskesmas induk sesuai wilayah administrasinya.

"Pelayanan kesehatan harus mengutamakan kebutuhan masyarakat. Karena itu, batas wilayah kecamatan tidak boleh menjadi kendala bagi warga untuk memperoleh akses pengobatan yang lebih mudah dan terjangkau," katanya.

Adapun lima kampung di Kecamatan Pegasing, yakni Jejem, Arul Badak, Weh Terjun, Wih Ilang, dan Pantan Nusara, diarahkan untuk mengakses pelayanan di Puskesmas Atu Lintang.

Selain itu, terdapat penyesuaian layanan bagi masyarakat dari wilayah Linge yakni Kampung Despot Linge yang lebih dekat ke Puskesmas Atu Lintang.

Penataan juga mencakup kampung-kampung yang selama ini mengakses puskesmas di luar kecamatan, termasuk Berawang Baru yang dilayani Puskesmas Jagong Jeget serta sejumlah kampung di Kecamatan Linge yang mengakses layanan di Jagong Jeget.

"Penyesuaian teknis akan ditindaklanjuti bersama BPJS Kesehatan dan instansi terkait," katanya.

Menurut dia, pemerintah harus hadir untuk memudahkan masyarakat di daerah pelosok agar dapat mengakses layanan kesehatan terdekat.

"Kita ingin masyarakat merasa mudah dan nyaman mendapatkan pelayanan kesehatan," katanya Haili Yoga.

Bupati juga menegaskan bahwa perubahan wilayah layanan harus diikuti dengan penyesuaian distribusi obat.

Ia juga meminta Dinas Kesehatan untuk memastikan ketersediaan obat di setiap puskesmas sesuai jumlah dan kebutuhan masyarakat yang dilayani, sehingga perubahan faskes tidak menimbulkan kekurangan maupun ketidaksesuaian stok obat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih dekat, mudah, dan sesuai kebutuhan, tanpa harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan pengobatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Takengon, Deni Wahyudi, menyatakan pihaknya siap memfasilitasi perubahan faskes peserta, baik melalui layanan WhatsApp, aplikasi Mobile JKN maupun pelayanan langsung ke kampung-kampung.

BPJS Kesehatan juga akan menjadwalkan layanan keliling untuk membantu masyarakat yang belum terdaftar, perlu memindahkan faskes, atau membutuhkan informasi mengenai kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selain itu, ia mengatakan kapasitas tempat tidur Puskesmas Atu Lintang telah ditambah dari 10 menjadi 15 tempat tidur guna mendukung kebutuhan pelayanan rawat inap masyarakat

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.