Orang yang Periang Belum Tentu Baik-baik Saja, Ini Tanda-tanda Kesehatan Mental Bermasalah
📅 Sabtu, 10 Okt 2026, 10:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Orang yang tetap bekerja, terlihat produktif, dan sering tersenyum belum tentu tidak mengalami masalah kesehatan mental.
Istilah Smiling Depression mungkin terdengar membingungkan. Ketika banyak orang memikirkan depresi, mereka sering memikirkan kesedihan.
Generalisasi ini bisa berbahaya bagi orang-orang yang mengalami depresi tetapi mungkin tidak “terlihat” depresi. Bagi sebagian orang, depresi mungkin tampak seperti kesedihan atau kelelahan. Tetapi wajah yang tersenyum, atau seseorang yang “tampak baik-baik saja”, bisa jadi ia sedang mengalami situasi depresi yang disebut “smiling depression”.
Apa Itu Smiling Depression?
“Smiling Depression bukanlah diagnosis formal, tetapi itulah yang cenderung disebut oleh psikoterapis sebagai jenis depresi yang disembunyikan seseorang dari dunia,” kata Diane Barth, seorang pekerja sosial klinis berlisensi (LCSW). “Disebut 'depresi tersenyum' karena seseorang mungkin tampak bahagia, tanpa beban, tetapi di balik fasad 'tersenyum' itu, orang tersebut mungkin sedih, tidak bahagia, dan depresi.”
Kontributor andal Laura Coward tahu bagaimana rasanya mengalami depresi tersenyum. Dalam tulisannya, "What You Need To Know Abut Smiling Deppresion”, ia menulis:
Ini adalah perilaku yang menunjukkan kebahagiaan di hadapan orang lain dan tersenyum di tengah penderitaan, menyembunyikan gejolak batin. Ini adalah gangguan depresi mayor dengan gejala atipikal, dan akibatnya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka depresi atau tidak mencari bantuan. Mereka yang mencari bantuan lebih memilih untuk merahasiakan perjuangan mereka.
Orang-orang dengan depresi tersenyum seringkali memiliki pasangan atau menikah, bekerja, dan cukup sukses serta berpendidikan. Mereka biasanya telah berjuang melawan depresi dan/atau kecemasan yang melumpuhkan selama bertahun-tahun dan telah memiliki pengalaman dengan terapi atau pengobatan.
Mereka depresi tapi tidak mengungkapkannya karena takut didiskriminasi oleh orang-orang terdekat atau atasan. Kehidupan publik, profesional, dan sosial mereka tidak terganggu. Penampilan luar mereka tampak rapi dan sukses. Tetapi di balik topeng dan pintu tertutup, pikiran mereka dipenuhi dengan perasaan tidak berharga, ketidakmampuan, dan keputusasaan.
Penting untuk diingat bahwa pengalaman depresi setiap orang perlu ditanggapi dengan serius, apa pun bentuknya dari luar. Kami ingin mengetahui hal-hal yang hanya dipahami oleh orang-orang dengan "depresi tersenyum".
Berikut tanda-tanda mengalami smiling deppresion:
1. Lebih mudah menghibur orang lain daripada menghibur diri sendiri.
Banyak orang yang mengalami masalah kesehatan mental mungkin merasa lebih mudah untuk fokus membantu orang lain daripada membantu diri sendiri. Tetapi penting untuk diingat bahwa Anda juga berhak mendapatkan belas kasihan dan dukungan.
2. Merasa lelah karena berpura-pura baik-baik saja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!