RSJ Sambang Lihum Siaga Hingga Malam untuk Melindungi Pasien dari Karhutla
Kamis, 08 Okt 2026, 23:47 WIBBanjar, Kalsel - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan kesiapsiagaan hingga malam hari untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan rumah sakit sekaligus memastikan keselamatan pasien tetap terjaga saat kondisi darurat.
Kawasan RSJ Sambang Lihum menjadi sorotan karena terdapat pasien yang membutuhkan penanganan khusus setelah dalam beberapa waktu terakhir karhutla terjadi hingga mendekati dan mengepung kawasan rumah sakit, namun api masih dapat dikendalikan petugas sehingga tidak mengganggu keselamatan pasien.
Kepala Bidang Penunjang Non Medik RSJ Sambang Lihum Salbiah di Banjar, Kamis, mengatakan petugas berjaga mulai pagi, siang, hingga malam hari untuk terus memantau kondisi kawasan dan menyampaikan setiap perkembangan melalui sistem komunikasi internal agar rumah sakit dapat merespons ancaman kebakaran secara cepat.
âApapun kondisi nanti langsung di-update di grup. Jadi kami dapat memantau dan mengetahui kejadian-kejadian tersebut. Mereka juga siap karena kami punya alat pemadam yang jumlahnya cukup,â ujarnya.
Kesiapsiagaan tersebut diperkuat keberadaan 15 personel tim pemadam kebakaran internal yang berasal dari unsur keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit (K3RS), kesehatan lingkungan, serta satuan pengamanan dan telah mendapatkan pelatihan penanganan kebakaran secara berkala.
âSetiap tahun kami melakukan pelatihan untuk penanganan kebakaran dan keselamatan di rumah sakit ini. Jadi kami punya tim damkar yang memang disiapkan untuk menghadapi kondisi tersebut,â katanya.
Selain menyiapkan personel, RSJ Sambang Lihum menyediakan peralatan pemadam yang dapat digunakan untuk menangani api di lingkungan rumah sakit, termasuk peralatan berukuran lebih kecil yang dapat dibawa petugas untuk menjangkau area yang sulit didatangi kendaraan ketika terjadi kebakaran.
Menurut Salbiah, keberadaan tim pemadam internal sebenarnya telah menjadi bagian dari sistem keselamatan rumah sakit sebelum karhutla terjadi di sekitar kawasan tersebut karena pembentukannya merupakan salah satu persyaratan dalam penilaian akreditasi rumah sakit.
Dia menekankan pengalaman menghadapi karhutla yang mendekati kawasan rumah sakit juga menjadi pembelajaran dalam penerapan evakuasi internal, dengan pasien dari ruangan yang terdampak langsung dipindahkan sementara ke ruangan lain yang lebih aman sebelum dikembalikan setelah kondisi kembali terkendali.
Langkah tersebut, kata dia, sangat penting karena karakteristik pasien RSJ membutuhkan penanganan khusus dalam kondisi darurat, sehingga kesiapan internal tidak hanya diarahkan untuk menangani sumber api, tetapi juga memastikan proses pemindahan pasien dapat dilakukan apabila situasi mengharuskan.
Untuk menghadapi kondisi kebakaran yang lebih besar, RSJ Sambang Lihum juga melakukan koordinasi dengan unsur terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri, sehingga penanganan ancaman dapat dilakukan secara terpadu sesuai perkembangan situasi di lapangan.
âRSJ Sambang Lihum berupaya terus memperkuat sistem kesiapsiagaan menghadapi karhutla melalui pemantauan, personel terlatih, ketersediaan peralatan pemadam, kesiapan evakuasi, serta koordinasi lintas instansi guna melindungi pasien dan menjaga keberlangsungan pelayanan rumah sakit,â ujar Salbiah.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Karhutla Hanguskan 3 Hektare Lahan di Candi Laras Selatan Kalsel
-
Di Tengah Modernisasi, Ruwat Bumi Tangerang Tetap Dipertahankan, Ini Alasannya
-
BNPB: 209,78 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan dan Sumatra Masih Proses Pemadaman
-
Warga Keluhkan Jembatan Warung Pojok Tak Kunjung Jadi, Pemkot Jakbar Buka Suara
-
Truk dan Bus Tak Bisa Sembarangan Antre Mengisi BBM, Macet di Makassar Mulai Terurai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.